Selasa, 14 November 2017

Pengantar Perjanjian Lama. Mengali Isi Alkitab, I dan II, dari Kejadian s/d Maleakhi



Nama                           : Nison Kum
Nim                             : 201720618
Mata Kuliah                : Pengantar Perjanjian Lama
Dosen Pengampu        : Pdt. Susanto, M.Th.
Prodi                           : S1 Pendidikan Agama Kristen
Semester                      : Gasal/2017/2018
Identitas Buku
Judul Buku                  : Mengali Isi Alkitab, I dan II, dari Kejadian s/d Maleakhi
Pengarang                   : Baxter, J. Sidlow. Jakarta:YKBK
Penerbit                       : BPK Gunung Mulia. Jakarta Pusat, 1983
Hal/jumlah                   : 1-437, Hal.
Setelah saya membaca dan memahami tentang: Menggali Isi Alkitab, Dari Kejadian s/d Ester, dan dilanjutkan dengan, Kitab Ayub s/d Maleakhi, dapat saya laporkan/simpulkan sesuai dengan apa yang telah saya membaca buku tersebut:
Kitab Kejadian
Kitab Kejadian Dan Alkitab Secara Keseluruhan
Alkitab bukanlah pernyataan Allah yang pertama sekali. Alkitab mengatakan bahwa Adam dan Hawa serta orang-orang beriman pada masa sebelum dan sesudah Air Bah telah menerima pernyataan dari Allah; dan dari pernyataan-pernyataan itu mungkin ada yang telah dicatat dalam bentuk tulisan. Kejadian adalah ikhtisar dari segala penyataan Allah sebelumnya dan pengantar untuk penyataan-penyataan Allah sesudahnya. Jadi Kejadian mempunyai 3 (tiga) segi yang penting:
1.      Terhadap penyertaan Allah sebelum kejadian merupakan ikhtisar.
2.      Terhadap penyataan Allah sesudah kejadian merupakan pendahuluan,
3.      Terhadap penyataan Allah dalam seluruh kejadian merupakan penjelasan.
Pentateukh merupakan Alkitab mini. Kejadian menceritakan tentang kejatuhan manusia karena dosa.
Kitab Keluaran
Dalam Kitab Keluaran Israel KELUAR (bag I) dari Mesir: satu bangsa seluruhnya serentak melemparkan belenggu perhambaan yang telah dialaminya  kira-kira 400 tahun, dan berpindah ke suatu negeri baru dan menjadi suatu hidup kemasyarakatan baru pula. Dalam kita ini diceritakan tentang pemberian Hukum Taurat (bag II), dan pengumuman perjanjian Musa. Juga diceritakan tentang pendirian suatu bangunan yang menjadi lambang yang sangat indah, yaitu Kemah Suci atau Kemah Pertemuan. Di Keluaran diceritakan tentang Musa, bagaimana ia dibesarkan  dan kemudian dipersiapkan untuk tugas yang amat besar dan berat itu.
Selanjutnya diceritakan pula tentang perkembangan orang Israel dari sejumlah suku-suku menjadi umat-Nya dan diberi undang-undang dasar, yaitu Hukum Taurat, dan diperlengkapi dengan ketetapan-ketetapan di Gunung Sinai.
Kitab Imamat
Kitab Imamat tidaklah dimaksudkan sekedar dibaca, melainkan untuk dipelajari. Jadi Kitab Imamat adalah berisi banyak pengajaran rohani yang dalam. Isinya mempunyai amanat bagi zaman sekarang, penyataan tentang sifat Allah adalah unik. Susunannya teratur menurut rencana yang jelas. Sekalipun tidak disebut siapa pengarangnya, namun di dalam PB terdapat ayat-ayat yang menunjukkan bahwa Musa mempunyai peran utama dalam penyusunan Pentateukh. Bahwa Imamat ditulis atas ilham dari Allah, dinyatakan oleh Tuhan Yesus sendiri. Kitab Imamat ini juga menunjukkan kepada bangsa Israel bagaimana mereka harus hidup Suci, sebagai suatu bangsa yang bersekutu dengan Allah. Dengan demikian Imamat membersiapkan bangsa itu bagi tugas yang mulia untuk menjadi perantara utama dalam penyusunan Pentateukh.
Kitab Bilangan
Secara singkat dan jelasnya, Kitab Bilangan ini berbicara tentang kemurahan dan kekerasan Tuhan dalam menghukum generasi tua dan memelihara memelihara generasi muda. Nama Kitab Bilangan, yang diberi dalam naskah Ibrani ialah ‘di padang gurun’, dan dalam Alkitab bahasa Indonesia ‘Bilangan’. Bila disatukan maka hasilnya ialah ‘Bilangan di padang belantara’.


Sifat Kitab Bilangan,
Yang diceritakan dalam Kitab Bilangan adalah, sejarah Israel mulai dari bulan yang ke-2 tahun yang ke-2 (1:1) sampai bulan yang ke-10 tahun yang ke-40 (Ulangan. 1:3). Mungkin sudah pula melingkupi sebagian dari (Ula. 32:39-42), sehingga kita dapat mengatakan bahwa Bilangan adalah ‘Kitab tentang masa 40 tahun’.
Kitab Ulangan
Secara singkat dan jelasnya, Kitab Ulangan ini adalah berbicara tentang kasih setia Tuhan dalam memerintah dan membawa umat Israel yang telah ditentukan Allah dari semula menuju Kanaan. Dengan demikian Ulangan bukan hanya merupakan kitab terakhir dalam Pentateukh, melainkan juga merupakan perlengkap yang indah dan wajar. Dan Kitab Ulangan sesungguhnya merupakan ‘kitab perkataan’, karena perkataan yang terdapat dalamnya sungguh hikmat dan sangat penting.
Kitab Ulangan tidak memberi  “hukum kedua” sebagaimana terkandung dalam namanya, tetapi memberikan rangkuman penting dari sejarah periode dipadang gurun dan pengorganisasian materi undang-undang.
Kitab Yosua
Yosua adalah salah seorang tokoh terkemuka dari Perjanjian Lama: pembantu Musa (Kel. 24:13; 32:17; 33:11), seorang dari dua belas pengintai (Bil. 14), jenderal yang berhasil (Kel. 17). Ia seorang yang berani dan saleh, serta melayani sebagai alaat Allah untuk membawa umat Israel masuk negeri Perjanjian. Sudah sepantasnya kitab ini memakai namanya, tetapi akhirnya harus disadari bahwa kitab tersebut tidak berkisah mengenai Yosua – tetapi mengenai Allah.
Penulis Kitab Yosua., Penelitian terhadap kitab Yosua berfokus pada dua persoalan yang terpisah namun saling berkaitan: komposisi dan kesesuaian  dengan sejarah.
Kitab Hakim-Hakim
Pada waktu Yosua membaharui perjanjian dengan umat Israel di Sikhem, mereka menegaskan bahwa mereka takkan pernah meninggalkan tuhan untuk ilah-ilah lain serta segala sesuatu yang telah diperbuat-Nya bagi mereka, Yosua menjawab bahwa mereka tidak akan mampu untuk hidup bagi Tuhan, mereka akan tidak setia, dan akan mendatangkan bencana atas diri mereka sendiri (Yosua 24:16-20). Sewaktu hal-hal yang ditakutkan Yosua benar-benar menjadi kenyataan, maka selama beberapa abad, Tuhan secara berkala memberikan pemimpin-pemimpin yang datang membantu Israel tepat pada mereka berada di ambang kepunahan. Pemimpin-pemimpin ini disebut “pelepas”, atau “orang yang membawa keadilan” – “hakim-hakim” yaitu nama yang diberikan pada kitab ini.
Penulis Kitab Hakim-Hakim., Tidak ada indikasi apa pun dalam kitab suci mengenai identitas penulis atau penyusun kitab ini.
Kitab Rut
Kitab yang mengharukan tentang Rut memperkenalkan pembaca Perjanjian Lama pada seorang wanita yang menjadi pahlawan iman.
Penulis Kitab Rut., Nama pengarang tidak disebutkan untuk kitab ini, oleh karena itu penulis tetap tidak dikenal.
Kitab I-II Samuel
Kitab-kitab I dan II Samuel secara wajar merupakan satu unit dan pada mulanya adalah satu kitab. Bersama-sama keduanya meliput periode peralihan dari hakim-hakim pada sampai pendirian monarkhi, termasuk pemerintahan Saul dan David.
Penulis Kitab I-II Samuel., Peristiwa-peristiwa dalam kitab ini terjadi pada paruhan yang akhir dari abad ke-11 dan bagian awal dari abad ke-10 SM, tetapi sulit untuk memastikan kapan peristiwa-peristiwa itu dicatat.
Kitab I-II Raja-Raja
Kitab Raja-Raja mengakhiri sejarah Israel dari asal mulanya dalam keluarga Abraham, sebagaimana tercatat dalam kitab Kejadian, sampai pada kejatuhan Yerusalem yang mengakhiri kemerdekaan nasional bangsa Ibrani.
Penulis Kitab I-II Raja-Raja., Sebagaimana kebanyakan kitab-kitab sejarah Perjanjian Lama, maka penulis dari sejarah Raja-Raja ini tetap tidak dikenal. Tradisi Yahudi yang terpelihara dalam Talmud Babilonia (Baba Bathra 15a) berpendapat bahwa kedua kitab Raja-Raja ini ditulis oleh nabi Yeremia. Hubungan ini barangkali didasarkan pada kesamaan antara Yeremia 52 dan II Raja-Raja 24-25.
Kitab I-IITawarikh
Sebagaimana kitab Samuel dan kitab Raja-Raja, maka pada mulanya I & II Tawarikh merupakan satu kitab. Naskah ini dibagi menjadi dua kitab pada waktu naskah Ibrani yang asli diterjemahkan kebahasa Yunani.
Penulis kitab I-II Tawarikh., Kitab Tawarikh tidak menyebut nama penulisnya. Berbagai kesamaan gaya bahasa dan linguistic dengan kitab Ezra-Nehemia menyebabkan banyak ahli Alkitab menyimpulkan bahwa seorang penulis tunggal tidak menulis keempat kitab tersebut.
Kitab Ezra-Nehemia
Ezra dan Nehemia adalah pembaharu yang hidup sezaman pada periode sesudah pembuangan. Seperti saudara-saudara setanah air mereka yang lebihh dahulu, yaitu Hagai dan Zakharia, mereka mempunyai pelayanan yang saling melengkapi di Yerusalem baik yang bersifat fisik maupun yang rohani.
Penulis kitab Ezra-Nehemia: Pandangan dari mayoritas diantara para ahli Alkitab dewasa ini, tanpa menghiraukan keyakinan teologisnya, menghubungkan gabungan kitab Ezra-Nehemia dengan penulis Tawarikh dari masa pasca pembuangan.
Kitab Ester
Akan sangat sulit untuk menemukan isi cerita yang lebih memukau, dramatis, dan menegangkan dalam dunia prahelenistis daripada kitab Ester.
Penulis kitab Ester: Tidak ada petuunjuk bahwa kisah ini untuk dipentaskan dipanggung, namun dengan mudah dapat disesuaikan untuuk maksud seperti itu.

KITAB AYUB s/d MALEAKHI
Kitab Ayub
Kitab Ayub merupakan karya sastra berkualitas gemilang. Yang menjadi pokok dalam Kitab Ayub ini adalah “RAHASIA PENDERITAAN”, terutama penderitaan orang beriman. Maksud dan amanat, dalam garis besarnya Kitab ini bermaksud” membenarkan tindakan Tuhan terhadap manusia.
Kitab Ayub mengarahkan kita untuk memikirkan salah satu pertanyaan filosofis yang mendasar mengenai keberadaan manusia. Kitab ini dianggap sebagai kitab yang sangat praktis karena pertanyaan-pertanyaan yang terdapat didalamnya tidak banyak mengalami perubahan selama lebih dari lima ribu tahun terakhir dalam sejarah maanusia.
Penulis kitab Ayub: Tak perlu diragukan bahwa bentuk kitab Ayub yang kita miliki sekarang ini mempunyai struktur komposisi sastra yang terpadu. Namun, banyak teori yang sudah diketengahkan sehubungan dengan proses apa saja yang sudah dilibatkan dalam menghasilkan karya tersebut.
Kitab Mazmur
Kitab Mazmur merupakan salah satu kitab Perjanjian Lama yang paling disukai dan yang paling sering digunakan, namun bersama-sama dengan itu, kitab ini merupakan salah satu yang paling menyusahkan dalam kanon. Soal-soal yang berkisar pada siapa penulisnya, gubahan teologi, penafsiran, penerapan, dan fungsi, semuanya memperbesar kerumitan kitab tersebut.
Penulis kitab Mazmur: Dua aspek penulisan perlu dipertimbangkan: penulis mazmur-mazmur perseorangan, dan susunan kitab mazmur sebagai keseluruhan.
Kitab Amsal
Kitab Amsal mewakili warisan sastra dari orang-orang bijaksana Ibrani. Bersama dengan para imam, nabi, dan raja, maka orang-orang bijaksana melengkapkan keempat golongan kepemimpinan dalam masyarakat Israel.
Penulis kitab Amsal: Kitab Amsal berisi kata pengantar (1:1-7) dan delapan kumpulan perkataan hikmat, lima lima diantaranya mempunyai kata pengantar singkat atau superskripsi yang memperkenalkan penyusun penulis dari amsal hikmat.
Kitab Pengkhotbah
Kitab Pengkhotbah sudah sering kali dihindari oleh orang-orang yang merasa terganggu oleh pandangan hidup yang diketengahkan pada halaman-halaman kitb ini.
Penulis kitab Pengkhotbah: Hikmat dalam kitab Pengkhotbah berasal dari seorang yang dikenal sebagai “Qoheleth”. Tidaklah pasti apakah ini nama dirii, semacam nama samara, ataukah gelar sebuah jabatan.
Kitab Kidung Agung
Kitab ini mengambil judulnya dari ayat pembukaan (1:1) dan diberi bermacam-macam nama “Kidung,” “Kidung-Kidung”, Kidung Salomo,” atau bahkan Kidung Terbaik.”
Penulis kitab Kidung Agung: Kesarjanaan alkitabiah yang tradisional telah menghubungkan Kidung Agung dengan Raja Salomo dan menarikhan syair tersebut pada bagian akhir abad ke-10 berdasarkan ayat pembukaan yang memberitahu judul kitab itu (1:1).
Kitab Yesaya
Kitab Yesaya adalah kumpulan perkataan nubuat dan pesan dari nabi Yesayam yang merupakan suara nabi yang bberpengaruh pada paruhan ke-2 abad ke-8 SM yang penuh dengan kekacauan (sekitar tahun 740-700).
Penulis kitab Yesaya: Kesatuan kitab Yesaya merupakan pokok perdebatan yang sengit.
Kitab Yeremia
Kitab Yeremia menempati lebih banyak tempat di Alkitab dari pada kitab-kitab yang lain, dan kualitas moral nabi Yeremia adalah sebanding dengan nabi-nabi lainnya dalam Perjanjian Lama.
Penulis kitab Yeremia: Yeremia merupakan salah satu dari beberapa kittab Perjanjian Lama yang memberikan informasi mengenai penulisnya. Pada tahun 605.
Kitab Ratapan
“Ratapan” mendapat judulnya dari Alkitab bahasa Latin, Vulgata.penempatan kitab ini sesudah kitab Yeremia dalam kanon Alkitab Kristen mencerminkan pengaruh Perjanjian Lama bahasa Yunani, Septuaginta, yang dalam ayat judulnya mengemukakan bahwa syair ini berasal dari nabi Yeremia.
Penulis kitab Ratapan: Baik Septuaginta maupun tradisi Yahudi menyatakan bahwa kitab Ratapan ditulis oleh nabi Yeremia.
Kitab Yehezkiel
Yehezkiel adalah seorang imam dan anak Busi, seorang imam dari keturunan Zadok (Yeh. 1:3).
Penulis kitab Yehezkiel: Sedikit saja kitab dari Perjanjian Lama yang sudah bertahan sebaik nubuat-nubuat Yehezkiel terhadap analisis sastra yang menandai kesarjanaan penelitian Alkitab.
Kitab Daniel
Kitab Daniel merupakan kitab yang paling dikenal, namun juga adalah kitab yang paling rumit diantara kitab-kitab Perjanjian Lama.
Penulis kitab Daniel: Peristiwa-perisiwa dari kitab Daniel jelas sekali dengan latar belakang dari abad ke-6 SM. Walaupun demikian, banyak sarjana masa kini setuju untuk menghubungkan penulisan kitab ini dengan seorang penulis yang berasal dari abad ke-2 SM, khususnya antara tahun 168 dan 164 SM.
Kitab Hosea
Nabi Hosea adalah anak laki-laki Beeri dan merupakan penduduk Israel selama abad keemasan kerajaan dibawah Raja Yerobeam II.
Penulis kitab Hosea: Ayat pendahuluan dari kitab ini menunjukan bahwa kitab ini merupakan karya Hosea, putera Beeri.
Kitab Yoel
Vision Yoel mengenai bencana belalang barangkali merupakan gambaran nubuat yang paling dikenal mengenai penyerbuan dan penghancuran yang akan datang.
Penulis kitab Yoel: Detail-detail mengenai bagaimana nubuat-nubuat yang disampaikan Amos kepada Israel di Betel dapat dituangkan dalam bentuk tulisan masih tetap tidak diketahui.
Kitab Amos
Amos adalah kitab ketiga dari kedua belas kitab atau Nabi-Nabi kecil.
Penulis kitab Amos: Detail-detail mengenai bagaimana nubuat-nubuat  yang disampaikan Amos kepada Israel di Betel dapat dituangkan dalam bentuk tulisan masih tetap tidak diketahui.
Kitab Obaja
Kitab terpendek dari Perjanjian Lama ini – satu pasal dengan dua puluh satu ayat – dianggap berasal dari nabi Obaja.
Penulis kitab Obaja: Berbeda dengan kitab nabi-nabi lainnya, judul dari ucapan nubuat Obaja tidak berisi iinformasi mengenai masa atau tempat asalnya, tidak juga memasukan data riwayat hidup mengenai nabi itu sendiri dan penulisnya.
Kitab Yunus
Kitab Yunus bersifat unik diantara kitaab-kitab nubuat di Perjanjian Lama.
Penulis kitab Yunus: Kendatipun nabi Yunus hidup pada abad ke-8 SM, ada sedikit pertentangan mengenai penarikhan kitab ini karena tidak adanya kepastian tentang siapa penulisnya.
Kitab Mikha
Mikha yang hidup sezaman dengan nabi Yesaya yang terkenal, adalah seorang nabi yang berasal dari Moresyet sebuah kota kecil yang terletak di daerah perbukitan Yehuda antara Yerusalem dan Laut Tengah.
Penulis kitab Mikha: Superskripsi kitab ini memberikan keterangan yang jelas mengenai masa kegiatan Mikha sebagai nabi.
Kitab Nahum
Dalam abad ke-8 SM nabi Yunus pergi ke kota Niniwe untuk menympaikan suatu ucapan hukuman penduduknya. Orang Niniwe menanggapi ucapan ilahi itu dengan pertobatan, dan Allah menaruh belas kasihan kepada mereka.
Penulis kitab Nahum: Bagian yang paling diperdebatkan dari kitab Nahum adalah mazmur yang terdapat di ps.
Kitab Habakuk
Sedikit sekali yang diketahui tentang nabi Habakuk, karena kitab ini tidak memberikan silsilah atau informasi sejarah mengenai dirinya.
Penulis kitab Habakuk: Hampir tidak ada perdebatan tentang kesatuan atau integritas kitab itu. Nahum, ada lebih banyak tempat untuk berdiskusi tentang tanggal nubuat ini.
Kitab Zefanya
Zefanya, yang adalah mungkin adalah anggota keluarga istana (jika orang yang disebutkan dalam ps. 1:1 adalah Raja Hizkia), hidup sezaman dengan Yeremia.
Penulis kitab Zefanya: Dalam superskripsi kitab ini (1:1), pelayanan nubuat Zefanya ditahirkan pada masa pemerintahan Yosia (640-609 SM).
Kitab Hagai
Kitab Hagai dan Zakharia adalah kitab nubuat yang saling melengkapi dari perode pasca pembuangan.
Penulis kitab Hagai: Dua ungkapa menetapkan Hagai sebagai “juru bicara” untuk Allah.
Kitab Zakharia
Hagai dan Zakharia adalah nabi yang saling melengkapi pada masa pasca pembuangan. Zakharia lebih muda dan mulai bernubuat skitar dua bulan setelah pelayanan Hagai yang singkat.
Penulis kitab Zakharia: Tarikh dan sejarah kitab Zakharia secara langsung berkaitan dengan pandangan seseorang tentang kesatuan sastra komposisinya.
Kitab Maleakhi
Nama “Maleakhi” hanya terdapat dalam Perjanjian Lama diayat judul dari kitab ini (1:1). Sebagai sebuah nama diri, Maleakhi bisa diterjemahkan “utusanku” atau “malaikat-ku”.
Penulis kitab Maleakhi: Ketidakjelasan dari ayat judul kitab Maleakhi sesudah menimbulkan sejumlah pendapat mengenai penulis kitab dan tanggal penulisannya.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar