Nama : Nison Kum
Nim : 201720618
Mata
Kuliah :
Pengantar Perjanjian Lama
Dosen
Pengampu : Pdt. Susanto, M.Th.
Prodi : S1 Pendidikan Agama
Kristen
Semester :
Gasal/2017/2018
Identitas
Buku
Judul
Buku : Mengali Isi
Alkitab, I dan II, dari Kejadian s/d Maleakhi
Pengarang : Baxter, J. Sidlow.
Jakarta:YKBK
Penerbit : BPK Gunung Mulia.
Jakarta Pusat, 1983
Hal/jumlah : 1-437, Hal.
Setelah
saya membaca dan memahami tentang: Menggali Isi Alkitab, Dari Kejadian s/d
Ester, dan dilanjutkan dengan, Kitab Ayub s/d Maleakhi, dapat saya laporkan/simpulkan
sesuai dengan apa yang telah saya membaca buku tersebut:
Kitab Kejadian
Kitab Kejadian Dan Alkitab Secara
Keseluruhan
Alkitab
bukanlah pernyataan Allah yang pertama sekali. Alkitab mengatakan bahwa Adam
dan Hawa serta orang-orang beriman pada masa sebelum dan sesudah Air Bah telah
menerima pernyataan dari Allah; dan dari pernyataan-pernyataan itu mungkin ada
yang telah dicatat dalam bentuk tulisan. Kejadian adalah ikhtisar dari segala
penyataan Allah sebelumnya dan pengantar untuk penyataan-penyataan Allah
sesudahnya. Jadi Kejadian mempunyai 3 (tiga) segi yang penting:
1. Terhadap
penyertaan Allah sebelum kejadian merupakan ikhtisar.
2.
Terhadap penyataan Allah sesudah
kejadian merupakan pendahuluan,
3.
Terhadap penyataan Allah dalam
seluruh kejadian merupakan penjelasan.
Pentateukh
merupakan Alkitab mini. Kejadian menceritakan tentang kejatuhan manusia karena
dosa.
Kitab
Keluaran
Dalam
Kitab Keluaran Israel KELUAR (bag I) dari Mesir: satu bangsa seluruhnya
serentak melemparkan belenggu perhambaan yang telah dialaminya kira-kira 400 tahun, dan berpindah ke suatu
negeri baru dan menjadi suatu hidup kemasyarakatan baru pula. Dalam kita ini
diceritakan tentang pemberian Hukum Taurat (bag II), dan pengumuman perjanjian
Musa. Juga diceritakan tentang pendirian suatu bangunan yang menjadi lambang
yang sangat indah, yaitu Kemah Suci atau Kemah Pertemuan. Di Keluaran
diceritakan tentang Musa, bagaimana ia dibesarkan dan kemudian dipersiapkan untuk tugas yang
amat besar dan berat itu.
Selanjutnya
diceritakan pula tentang perkembangan orang Israel dari sejumlah suku-suku
menjadi umat-Nya dan diberi undang-undang dasar, yaitu Hukum Taurat, dan
diperlengkapi dengan ketetapan-ketetapan di Gunung Sinai.
Kitab Imamat
Kitab
Imamat tidaklah dimaksudkan sekedar dibaca, melainkan untuk dipelajari. Jadi
Kitab Imamat adalah berisi banyak pengajaran rohani yang dalam. Isinya
mempunyai amanat bagi zaman sekarang, penyataan tentang sifat Allah adalah
unik. Susunannya teratur menurut rencana yang jelas. Sekalipun tidak disebut
siapa pengarangnya, namun di dalam PB terdapat ayat-ayat yang menunjukkan bahwa
Musa mempunyai peran utama dalam penyusunan Pentateukh. Bahwa Imamat ditulis
atas ilham dari Allah, dinyatakan oleh Tuhan Yesus sendiri. Kitab Imamat ini
juga menunjukkan kepada bangsa Israel bagaimana mereka harus hidup Suci,
sebagai suatu bangsa yang bersekutu dengan Allah. Dengan demikian Imamat
membersiapkan bangsa itu bagi tugas yang mulia untuk menjadi perantara utama
dalam penyusunan Pentateukh.
Kitab
Bilangan
Secara
singkat dan jelasnya, Kitab Bilangan ini berbicara tentang kemurahan dan
kekerasan Tuhan dalam menghukum generasi tua dan memelihara memelihara generasi
muda. Nama Kitab Bilangan, yang diberi dalam naskah Ibrani ialah ‘di padang
gurun’, dan dalam Alkitab bahasa Indonesia ‘Bilangan’. Bila disatukan maka
hasilnya ialah ‘Bilangan di padang belantara’.
Sifat
Kitab Bilangan,
Yang
diceritakan dalam Kitab Bilangan adalah, sejarah Israel mulai dari bulan yang
ke-2 tahun yang ke-2 (1:1) sampai bulan yang ke-10 tahun yang ke-40 (Ulangan.
1:3). Mungkin sudah pula melingkupi sebagian dari (Ula. 32:39-42), sehingga
kita dapat mengatakan bahwa Bilangan adalah ‘Kitab tentang masa 40 tahun’.
Kitab
Ulangan
Secara
singkat dan jelasnya, Kitab Ulangan ini adalah berbicara tentang kasih setia
Tuhan dalam memerintah dan membawa umat Israel yang telah ditentukan Allah dari
semula menuju Kanaan. Dengan demikian Ulangan bukan hanya merupakan kitab
terakhir dalam Pentateukh, melainkan juga merupakan perlengkap yang indah dan
wajar. Dan Kitab Ulangan sesungguhnya merupakan ‘kitab perkataan’, karena
perkataan yang terdapat dalamnya sungguh hikmat dan sangat penting.
Kitab
Ulangan tidak memberi “hukum kedua”
sebagaimana terkandung dalam namanya, tetapi memberikan rangkuman penting dari
sejarah periode dipadang gurun dan pengorganisasian materi undang-undang.
Kitab Yosua
Yosua
adalah salah seorang tokoh terkemuka dari Perjanjian Lama: pembantu Musa (Kel.
24:13; 32:17; 33:11), seorang dari dua belas pengintai (Bil. 14), jenderal yang
berhasil (Kel. 17). Ia seorang yang berani dan saleh, serta melayani sebagai
alaat Allah untuk membawa umat Israel masuk negeri Perjanjian. Sudah
sepantasnya kitab ini memakai namanya, tetapi akhirnya harus disadari bahwa
kitab tersebut tidak berkisah mengenai Yosua – tetapi mengenai Allah.
Penulis
Kitab Yosua., Penelitian terhadap kitab Yosua berfokus pada dua persoalan yang
terpisah namun saling berkaitan: komposisi dan kesesuaian dengan sejarah.
Kitab
Hakim-Hakim
Pada
waktu Yosua membaharui perjanjian dengan umat Israel di Sikhem, mereka
menegaskan bahwa mereka takkan pernah meninggalkan tuhan untuk ilah-ilah lain
serta segala sesuatu yang telah diperbuat-Nya bagi mereka, Yosua menjawab bahwa
mereka tidak akan mampu untuk hidup bagi Tuhan, mereka akan tidak setia, dan
akan mendatangkan bencana atas diri mereka sendiri (Yosua 24:16-20). Sewaktu
hal-hal yang ditakutkan Yosua benar-benar menjadi kenyataan, maka selama
beberapa abad, Tuhan secara berkala memberikan pemimpin-pemimpin yang datang
membantu Israel tepat pada mereka berada di ambang kepunahan. Pemimpin-pemimpin
ini disebut “pelepas”, atau “orang yang membawa keadilan” – “hakim-hakim” yaitu
nama yang diberikan pada kitab ini.
Penulis
Kitab Hakim-Hakim., Tidak ada indikasi apa pun dalam kitab suci mengenai
identitas penulis atau penyusun kitab ini.
Kitab
Rut
Kitab
yang mengharukan tentang Rut memperkenalkan pembaca Perjanjian Lama pada
seorang wanita yang menjadi pahlawan iman.
Penulis
Kitab Rut., Nama pengarang tidak
disebutkan untuk kitab ini, oleh karena itu penulis tetap tidak dikenal.
Kitab
I-II Samuel
Kitab-kitab
I dan II Samuel secara wajar merupakan satu unit dan pada mulanya adalah satu
kitab. Bersama-sama keduanya meliput periode peralihan dari hakim-hakim pada
sampai pendirian monarkhi, termasuk pemerintahan Saul dan David.
Penulis
Kitab I-II Samuel., Peristiwa-peristiwa dalam kitab ini terjadi pada paruhan
yang akhir dari abad ke-11 dan bagian awal dari abad ke-10 SM, tetapi sulit
untuk memastikan kapan peristiwa-peristiwa itu dicatat.
Kitab
I-II Raja-Raja
Kitab
Raja-Raja mengakhiri sejarah Israel dari asal mulanya dalam keluarga Abraham,
sebagaimana tercatat dalam kitab Kejadian, sampai pada kejatuhan Yerusalem yang
mengakhiri kemerdekaan nasional bangsa Ibrani.
Penulis
Kitab I-II Raja-Raja., Sebagaimana kebanyakan kitab-kitab sejarah Perjanjian
Lama, maka penulis dari sejarah Raja-Raja ini tetap tidak dikenal. Tradisi
Yahudi yang terpelihara dalam Talmud Babilonia (Baba Bathra 15a) berpendapat bahwa kedua kitab Raja-Raja ini
ditulis oleh nabi Yeremia. Hubungan ini barangkali didasarkan pada kesamaan
antara Yeremia 52 dan II Raja-Raja 24-25.
Kitab
I-IITawarikh
Sebagaimana
kitab Samuel dan kitab Raja-Raja, maka pada mulanya I & II Tawarikh
merupakan satu kitab. Naskah ini dibagi menjadi dua kitab pada waktu naskah
Ibrani yang asli diterjemahkan kebahasa Yunani.
Penulis
kitab I-II Tawarikh., Kitab Tawarikh tidak menyebut nama penulisnya. Berbagai
kesamaan gaya bahasa dan linguistic dengan kitab Ezra-Nehemia menyebabkan
banyak ahli Alkitab menyimpulkan bahwa seorang penulis tunggal tidak menulis
keempat kitab tersebut.
Kitab
Ezra-Nehemia
Ezra
dan Nehemia adalah pembaharu yang hidup sezaman pada periode sesudah
pembuangan. Seperti saudara-saudara setanah air mereka yang lebihh dahulu,
yaitu Hagai dan Zakharia, mereka mempunyai pelayanan yang saling melengkapi di
Yerusalem baik yang bersifat fisik maupun yang rohani.
Penulis
kitab Ezra-Nehemia: Pandangan dari mayoritas diantara para ahli Alkitab dewasa
ini, tanpa menghiraukan keyakinan teologisnya, menghubungkan gabungan kitab
Ezra-Nehemia dengan penulis Tawarikh dari masa pasca pembuangan.
Kitab
Ester
Akan
sangat sulit untuk menemukan isi cerita yang lebih memukau, dramatis, dan
menegangkan dalam dunia prahelenistis daripada kitab Ester.
Penulis
kitab Ester: Tidak ada petuunjuk bahwa kisah ini untuk dipentaskan dipanggung,
namun dengan mudah dapat disesuaikan untuuk maksud seperti itu.
KITAB AYUB s/d MALEAKHI
Kitab
Ayub
Kitab
Ayub merupakan karya sastra berkualitas gemilang. Yang menjadi pokok dalam
Kitab Ayub ini adalah “RAHASIA
PENDERITAAN”, terutama penderitaan orang beriman. Maksud dan amanat, dalam
garis besarnya Kitab ini bermaksud” membenarkan tindakan Tuhan terhadap
manusia.
Kitab
Ayub mengarahkan kita untuk memikirkan salah satu pertanyaan filosofis yang
mendasar mengenai keberadaan manusia. Kitab ini dianggap sebagai kitab yang
sangat praktis karena pertanyaan-pertanyaan yang terdapat didalamnya tidak
banyak mengalami perubahan selama lebih dari lima ribu tahun terakhir dalam
sejarah maanusia.
Penulis
kitab Ayub: Tak perlu diragukan bahwa bentuk kitab Ayub yang kita miliki
sekarang ini mempunyai struktur komposisi sastra yang terpadu. Namun, banyak
teori yang sudah diketengahkan sehubungan dengan proses apa saja yang sudah
dilibatkan dalam menghasilkan karya tersebut.
Kitab Mazmur
Kitab
Mazmur merupakan salah satu kitab Perjanjian Lama yang paling disukai dan yang
paling sering digunakan, namun bersama-sama dengan itu, kitab ini merupakan
salah satu yang paling menyusahkan dalam kanon. Soal-soal yang berkisar pada
siapa penulisnya, gubahan teologi, penafsiran, penerapan, dan fungsi, semuanya
memperbesar kerumitan kitab tersebut.
Penulis
kitab Mazmur: Dua aspek penulisan perlu dipertimbangkan: penulis mazmur-mazmur
perseorangan, dan susunan kitab mazmur sebagai keseluruhan.
Kitab
Amsal
Kitab
Amsal mewakili warisan sastra dari orang-orang bijaksana Ibrani. Bersama dengan
para imam, nabi, dan raja, maka orang-orang bijaksana melengkapkan keempat
golongan kepemimpinan dalam masyarakat Israel.
Penulis
kitab Amsal: Kitab Amsal berisi kata pengantar (1:1-7) dan delapan kumpulan
perkataan hikmat, lima lima diantaranya mempunyai kata pengantar singkat atau
superskripsi yang memperkenalkan penyusun penulis dari amsal hikmat.
Kitab
Pengkhotbah
Kitab
Pengkhotbah sudah sering kali dihindari oleh orang-orang yang merasa terganggu
oleh pandangan hidup yang diketengahkan pada halaman-halaman kitb ini.
Penulis
kitab Pengkhotbah: Hikmat dalam kitab Pengkhotbah berasal dari seorang yang
dikenal sebagai “Qoheleth”. Tidaklah
pasti apakah ini nama dirii, semacam nama samara, ataukah gelar sebuah jabatan.
Kitab
Kidung Agung
Kitab
ini mengambil judulnya dari ayat pembukaan (1:1) dan diberi bermacam-macam nama
“Kidung,” “Kidung-Kidung”, Kidung Salomo,” atau bahkan Kidung Terbaik.”
Penulis
kitab Kidung Agung: Kesarjanaan alkitabiah yang tradisional telah menghubungkan
Kidung Agung dengan Raja Salomo dan menarikhan syair tersebut pada bagian akhir
abad ke-10 berdasarkan ayat pembukaan yang memberitahu judul kitab itu (1:1).
Kitab
Yesaya
Kitab
Yesaya adalah kumpulan perkataan nubuat dan pesan dari nabi Yesayam yang
merupakan suara nabi yang bberpengaruh pada paruhan ke-2 abad ke-8 SM yang
penuh dengan kekacauan (sekitar tahun 740-700).
Penulis
kitab Yesaya: Kesatuan kitab Yesaya merupakan pokok perdebatan yang sengit.
Kitab
Yeremia
Kitab
Yeremia menempati lebih banyak tempat di Alkitab dari pada kitab-kitab yang
lain, dan kualitas moral nabi Yeremia adalah sebanding dengan nabi-nabi lainnya
dalam Perjanjian Lama.
Penulis
kitab Yeremia: Yeremia merupakan salah satu dari beberapa kittab Perjanjian
Lama yang memberikan informasi mengenai penulisnya. Pada tahun 605.
Kitab
Ratapan
“Ratapan”
mendapat judulnya dari Alkitab bahasa Latin, Vulgata.penempatan kitab ini
sesudah kitab Yeremia dalam kanon Alkitab Kristen mencerminkan pengaruh
Perjanjian Lama bahasa Yunani, Septuaginta, yang dalam ayat judulnya
mengemukakan bahwa syair ini berasal dari nabi Yeremia.
Penulis
kitab Ratapan: Baik Septuaginta maupun tradisi Yahudi menyatakan bahwa kitab
Ratapan ditulis oleh nabi Yeremia.
Kitab
Yehezkiel
Yehezkiel
adalah seorang imam dan anak Busi, seorang imam dari keturunan Zadok (Yeh.
1:3).
Penulis
kitab Yehezkiel: Sedikit saja kitab dari Perjanjian Lama yang sudah bertahan
sebaik nubuat-nubuat Yehezkiel terhadap analisis sastra yang menandai
kesarjanaan penelitian Alkitab.
Kitab
Daniel
Kitab
Daniel merupakan kitab yang paling dikenal, namun juga adalah kitab yang paling
rumit diantara kitab-kitab Perjanjian Lama.
Penulis
kitab Daniel: Peristiwa-perisiwa dari kitab Daniel jelas sekali dengan latar
belakang dari abad ke-6 SM. Walaupun demikian, banyak sarjana masa kini setuju
untuk menghubungkan penulisan kitab ini dengan seorang penulis yang berasal
dari abad ke-2 SM, khususnya antara tahun 168 dan 164 SM.
Kitab
Hosea
Nabi
Hosea adalah anak laki-laki Beeri dan merupakan penduduk Israel selama abad
keemasan kerajaan dibawah Raja Yerobeam II.
Penulis
kitab Hosea: Ayat pendahuluan dari kitab ini menunjukan bahwa kitab ini
merupakan karya Hosea, putera Beeri.
Kitab
Yoel
Vision
Yoel mengenai bencana belalang barangkali merupakan gambaran nubuat yang paling
dikenal mengenai penyerbuan dan penghancuran yang akan datang.
Penulis
kitab Yoel: Detail-detail mengenai bagaimana nubuat-nubuat yang disampaikan
Amos kepada Israel di Betel dapat dituangkan dalam bentuk tulisan masih tetap
tidak diketahui.
Kitab
Amos
Amos
adalah kitab ketiga dari kedua belas kitab atau Nabi-Nabi kecil.
Penulis
kitab Amos: Detail-detail mengenai bagaimana nubuat-nubuat yang disampaikan Amos kepada Israel di Betel
dapat dituangkan dalam bentuk tulisan masih tetap tidak diketahui.
Kitab
Obaja
Kitab
terpendek dari Perjanjian Lama ini – satu pasal dengan dua puluh satu ayat –
dianggap berasal dari nabi Obaja.
Penulis
kitab Obaja: Berbeda dengan kitab nabi-nabi lainnya, judul dari ucapan nubuat
Obaja tidak berisi iinformasi mengenai masa atau tempat asalnya, tidak juga
memasukan data riwayat hidup mengenai nabi itu sendiri dan penulisnya.
Kitab
Yunus
Kitab
Yunus bersifat unik diantara kitaab-kitab nubuat di Perjanjian Lama.
Penulis
kitab Yunus: Kendatipun nabi Yunus hidup pada abad ke-8 SM, ada sedikit
pertentangan mengenai penarikhan kitab ini karena tidak adanya kepastian
tentang siapa penulisnya.
Kitab
Mikha
Mikha
yang hidup sezaman dengan nabi Yesaya yang terkenal, adalah seorang nabi yang
berasal dari Moresyet sebuah kota kecil yang terletak di daerah perbukitan
Yehuda antara Yerusalem dan Laut Tengah.
Penulis
kitab Mikha: Superskripsi kitab ini memberikan keterangan yang jelas mengenai
masa kegiatan Mikha sebagai nabi.
Kitab
Nahum
Dalam
abad ke-8 SM nabi Yunus pergi ke kota Niniwe untuk menympaikan suatu ucapan
hukuman penduduknya. Orang Niniwe menanggapi ucapan ilahi itu dengan
pertobatan, dan Allah menaruh belas kasihan kepada mereka.
Penulis
kitab Nahum: Bagian yang paling diperdebatkan dari kitab Nahum adalah mazmur
yang terdapat di ps.
Kitab
Habakuk
Sedikit
sekali yang diketahui tentang nabi Habakuk, karena kitab ini tidak memberikan
silsilah atau informasi sejarah mengenai dirinya.
Penulis
kitab Habakuk: Hampir tidak ada perdebatan tentang kesatuan atau integritas
kitab itu. Nahum, ada lebih banyak tempat untuk berdiskusi tentang tanggal
nubuat ini.
Kitab
Zefanya
Zefanya,
yang adalah mungkin adalah anggota keluarga istana (jika orang yang disebutkan
dalam ps. 1:1 adalah Raja Hizkia), hidup sezaman dengan Yeremia.
Penulis
kitab Zefanya: Dalam superskripsi kitab ini (1:1), pelayanan nubuat Zefanya
ditahirkan pada masa pemerintahan Yosia (640-609 SM).
Kitab Hagai
Kitab
Hagai dan Zakharia adalah kitab nubuat yang saling melengkapi dari perode pasca
pembuangan.
Penulis
kitab Hagai: Dua ungkapa menetapkan Hagai sebagai “juru bicara” untuk Allah.
Kitab Zakharia
Hagai
dan Zakharia adalah nabi yang saling melengkapi pada masa pasca pembuangan.
Zakharia lebih muda dan mulai bernubuat skitar dua bulan setelah pelayanan
Hagai yang singkat.
Penulis
kitab Zakharia: Tarikh dan sejarah kitab Zakharia secara langsung berkaitan
dengan pandangan seseorang tentang kesatuan sastra komposisinya.
Kitab
Maleakhi
Nama
“Maleakhi” hanya terdapat dalam Perjanjian Lama diayat judul dari kitab ini
(1:1). Sebagai sebuah nama diri, Maleakhi bisa diterjemahkan “utusanku” atau
“malaikat-ku”.
Penulis
kitab Maleakhi: Ketidakjelasan dari ayat judul kitab Maleakhi sesudah
menimbulkan sejumlah pendapat mengenai penulis kitab dan tanggal penulisannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar