Selasa, 04 Desember 2018

PIDATO PANEN RAYA DI DESA KELMABET-PUNCAK PAPUA


Nama   : Nison Kum
Nim     : 201720618
Prodi   : PAK

PANEN RAYA DI DESA KELMABET
Selasa, 04/12/2018/2019/Pukul 09:00 WIB

Bapak, Ibu, Dan Hadirin Sekalian Yang Terhormat…

Pertama-pertama kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Allah yang Maha Kuasa, karena pada hari ini kita diberikan kesempatan dan kebahagiaan untuk bersama-sama bersatu dan bersaudara di dalam Tuhan, dan kita bersyukur atas karunia dan hikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita semua, sehingga “Panen di desa Kelmabet” ini dapat kita laksanakan.
Oleh karena itu, marilah kita selalu bersyukur dan berpasrah akan setiap pergumulan hidup kita kepada Tuhan dan kita hidup bergantung hanya kepada Allah saja. Karena Allahlah yang mengetahui dan akan menolong kita dalam segala pergumulan kita.

Bapak, Ibu, Hadirin Dan Para Petani Yang Saya Banggakan,
Atas nama Pemerintah Kabupaten Puncak Papua, saya menyambut baik dan turut bergembira, karena dengan pertolongan Tuhan sajalah kita bisa dapat menyelenggarakannya panen ini. Tentunya kita patut bersyukur kepada Tuhan, karena setiap tahun para petani di desa ini berhasil mengelola lahan pertaniannya dengan baik adanya. Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini, untuk mengucapkan selamat sukses kepada para petani di desa Kelmabet ini, yang telah berhasil mengolah sawah dan ladang, sehingga sukses menggarap lahan pertanian hingga panen sekarang ini.
Patut kita apresiasi bersama karena para petani di desa Kelmabet ini, telah memberikan kontribusi nyata terhadap upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi di Kabupaten Puncak Papua. Sungguh ini merupakan kondisi yang membanggakan, maka mari kita tak hentinya untuk selalu memanjatkan rasa syukur kita kepada Tuhan Allah, atas nikmat dan karunia-Nya ini.
Hadirin Sekalian Yang Berbahagia,
            Sebagaimana kita ketahui bersama, Pemerintah Jokowi Widodo menjadikan sektor pertanian sebagai program strategis nasional yang dilaksanakan, guna mewujudkan swasembada pangan untuk 3 tahun ke depan. Hal ini tentunya sangat sejalan dengan program pemerintah Kabupaten Puncak Papua menjadikan sektor pertanian sebagai andalan. Sesuai visi Kabupaten Puncak Papua yakni menuju masyarakat Kabupaten Puncak Papua yang lebih Sejahterah, Mandiri, Unggul dan berdiri teguh, yang kita laksanakan melalui “GERBANG DATA ERA” (Gerakan Pengembangan Pemberdayaan Pertanian dan Ekonomi Kerakyatan). Gerakan pengembangan perberdayaan pertanian adalah upaya membangun daya dengan mendorong atau memotivasi dengan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki serta upaya untuk mengembangkan sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Puncak Papua.
Dari upaya peningkatan ketahanan pangan di Kabupaten Puncak Papua yang telah kita dilaksanakan, juga membuahkan hasil dengan diraihnya penghargaan karya Pangan Nusantara pada tahun 2017. Dan pada tahun 2018 ini kita kembali meraih penghargaan APN dan satu-satunya perwakilan kabupaten/kota di Papua, yang meraih  supremasi tertinggi bidang ketahanan pangan tersebut.
Untuk itu, pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh petani, yang telah memajukan sektor pertanian. Mari terus kita tingkatkan membangun sektor pertanian ini agar terus bertambah maju lagi. Dan tentunya pemerintah daerah akan selalu siap membantu para petani maupun kelompok tani dalam mengembangkan pertaniannya.
Karena itulah, jika para kelompok tani merasa ada hal-hal yang diperlukan dalam rangka untuk pengembangan komuditas pertanian, maka Pemerintah Daerah selalu siap membantu. Dan kita akan terus berupaya agar Kabupaten Puncak Papua dapat terus menjadi penyangga komuditas beras di Papua Timur.

Hadirin Dan Para Petani Yang Saya Banggakan,
Sebelum mengakhiri sambutan ini, sekali lagi saya menyampaikan ucapan selamat kepada para petani di desa Kelmabet ini, dan  umumnya para petani di Bumi tanah Papua yang telah berhasil memetik jerih payahnya melalui panen padi yang melimpah. Semoga usaha tani yang dilakukan kelompok tani di desa ini selalu sukses dan lebih maju lagi. Sehingga bisa lebih meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani disini.
Semoga Tuhan Allah selalu senantiasa menganugrahkan berkat dan kasih karunia-Nya kepada kita sekalian dalam menyongsong hari esok yang lebih baik dan lebih sejahtera. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Selasa, 27 November 2018

Khotbah Ekspositori_Nicson Kum


Nama  : Nison Kum              Dosen Pengampu              : Pdt. Dr. Krodo Siswanto, M.A.
Nim     : 201720618              Mata Kuliah                        : Homiletika
Prodi   : PAK                          Tugas Praktek                   : Khotbah Pertama

Tipe Khotbah              : Ekspositori

Nats                            : 2 Timotius 3:10-17
Judul                           : Cara Hidup Orang Percaya


§  Pendahuluan :
Surat Timotius adalah surat terakhir Paulus, surat ini menunjukkan isi hati dan prioritas-prioritasnya, yaitu doktrin yang sehat, iman yang teguh, ketekunan yang pasti, dan kasih yang tak berkesudahan. Yang menjadi ayat kunci dalam kehidupan dan pelayanan Timotius sebagai seorang muda yang bertahan menghadapi tantangan dan pergumulan hidup adalah  “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu”. (2 Timotius 2:15). Paulus menantang Timotius untuk berpegang pada doktrin yang sehat, menolak ajaran-ajaran sesat dan menghindari omongan yang kosong, secara benar memberitakan perkataan kebenaran dan menjaga hidupnya tetap suci. 
Timotius adalah salah seorang dari generasi kedua umat Kristen mula-mula: Dia menjadi orang Kristen bukan karena pemberitaan firman yang penuh kuasa oleh seorang penginjil, melainkan ibu dan neneknya telah mengajarkan Kitab Suci kepadanya ketika dia kecil. Pekerjaan orang tua sangatlah penting. Di rumah dan di gereja, kita seharusnya menyadari bahwa mengajar anak-anak merupakan kesempatan dan sekaligus tanggung-jawab.  Yesus ingin agar anak-anak datang kepada-Nya.
Paulus dan Timotius adalah sosok pribadi yang terkenal dalam Perjanjian Baru, bahwa mereka telah menang dalam pemberitaan Injil dan mempertahankan iman kepercayaan-Nya kepada Kristus, sekalipun menghadapi tantangan dan pergumulan hidup. Kita patut meneladani kedua tokoh ini. Ada pun syarat yang harus kita lakukan sebagai murid Kristus, seperti sebagaimana Paulus, Timotius lakukan adalah: Percaya kepada Tuhan Yesus, hidup dalam pengajaran-Nya, hdup dalam persekutuan doa dan dalam kehidupan kita selalu memuji Tuhan.

§  Proposisi :
Tetap hidup dalam Firman Allah. Karena firman Tuhan adalah kekuatan yang kita butuhkan untuk tetap bertahan dalam segala kondisi. Berpegang akan firman Tuhan akan memampukan kita menghadapi persoalan dan pergumulan hidup sekalipun.

§  Kaliman Tanya: Bagaimana cara hidup orang yang percaya kepada Kristus?
§  Kalimat Peralihan: Ada 4 cara hidup orang yang percaya kepada Kristus, yaitu:

  I.    Rela Menderita (ayat 11)
Dalam kamus besar bahasa Indonesia (Kbbi) kata rela, yang berarti: bersedia dengan tulus dan iklas hati, dapat diterima dengan senang hati, dan tidak mengharapkan imbalan, dengan kehendak atau kemauan sendiri. “Sedangkan kata menderita”, yang berarti: Sesuatu yang menyakitkan atau menyusahkan yang ditanggung dalam hati seseorang, menanggung sesuatu yang tidak menyenangkan”.
Sikap rela menderita adalah suatu sikap yang harus dilakukan oleh seorang murid yang benar-benar mengakui dan menyadari bahwa pengorbanan dan kematian Kristus Yesus di atas kayu salib adalah membebaskan dirinya dan setiap orang berdosa, agar mereka dapat menjalin komunikasi yang baik lagi dengan Allah Bapa di sorga melalui doa dan iman percaya mereka.

Berikut ini, adalah ada empat hal mengenai rela menderita dalam melayani Tuhan, yang harus kita lakukan:
a.    Dalam Pekabaran Injil (ayat 12)
Di dalam ayat dua belas ini menguatkan sekaligus mengingatkan kepada kita sebagai pelayan Kristus, yang telah dipanggil dan ditetapkan menjadi hamba-Nya bahwa, walaupun banyak tantangan dan pergumulan hidup di dunia ini, namun tetap kuat untuk memberitakan Injil Kristus itu, tanpa takut dan gentar. Karena di dalam firman Tuhan sangat jelas bahwa, Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan kita.
b.    Harus Menyangkal diri (Matius 16:24)
Kita sebagai orang percaya harus menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Yesus dengan kesungguhan hati. Contohnya seperti para murid-murid Yesus, yang telah meninggalkan segala sesuatu untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi dalam hidupnya dan menjadi pengikut-Nya.
c.    Memikul Salib (Markus 8:34; Lukas 9:23)
Pengertian memikul menurut (Kbbi) Kamus besar bahasa Indonesia, yaitu:
-       Memikul beban yang digandar (dibawa dengan pikulan yang ditaruh di atas bahu
-       Memikul sesuatu untuk orang lain.
Sedangkan menurut Kamus Seasite, yaitu:
-       Membebankan; menyuruh menanggung; menyerahkan (tanggung jawab, kewajiban.
-       Memangku, mengemban, menanggung, menuai dan merasakan.
Jadi, memikul salib berarti kita menanggung beban yang berat sekalipun, siap sedia dalam memberitakan Injil Kristus, di tengah-tengah dunia ini.
d.    Mengikuti Pelayanan (Why.2:10)
-       Setia melayani, mengikut Yesus sampai akhir hidup kita
-       Setia sampai mati
-       Setia dalam segala hal.

    II.        Setia Beribadah Kepada Tuhan (Ulangan 5:32)
Setia kepada Tuhan pertama kali diwujudkan dalam kehidupan kita sehari-hari seperti, taat pada perintah Tuhan. Kesetiaan beriabadah itu juga perlu kita wujudkan dalam hubungan kita dengan Tuhan.  Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tetap setia beribadah kepada Tuhan, karena Tuhan melihat pengorbanan yang kita lakukan untuk-Nya dan Tuhan berjanji tidak akan pernah melupakan orang yang setia beribadah kepada-Nya. Kita melihat contoh: Seperti Tuhan  Yesus yang selalu setia memberi contoh pada murid-murid-Nya untuk taat beribadah, ia juga meminta kita untuk selalu menjaga hubungan kita dengan Tuhan tetap baik melalui ibadah.
Tujuan beribadah tentu sangat jelas bagi orang-orang percaya, yaitu Tindakan yang menghargai dan menghormati Tuhan serta mempererat hubungan antara kita dengan Tuhan. Selain itu, makna ibadah secara khusus adalah: Bersyukur atas kebaikan Tuhan, Tindakan iman yang nyata mengakui Yesus adalah Tuhan, mengingat keselamatan yang tidak dari kebaikan kita melainkan pengorbanan Yesus.
Ada pun dua hal yang menjadi pokok penting yang harus kita lakukan ketika kita Setia Beribadah Kepada Tuhan Adalah…
a.    Bertekun dalam doa (Kish. 2:42)
Doa adalah nafas hidup orang Kristen dan doa itu sangat penting bagi kita semua orang percaya, karena doa merupakan komunikasi ke-intiman kita secara langsung dengan Tuhan.
b.    Hidup lurus (hidup kudus) (Roma 12:1)
Di dalam firman Tuhan sangat jelas mengajarkan atau menasihatkan kepada kita bahwa, kita harus mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: Sebab itu, adalah ibadah kita yang sejati. Marilah kita menjaga kekudusan hidup kita kepada Tuhan dan hidup menyenangkan hati Tuhan. Karena itulah yang dikehendaki oleh Allah bagi kita semua orang percaya.

   III.        Berpegang Teguh Kepada Kebenaran (ayat 14)
"Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci”. Roma 15:4
Sebagai anak-anak Tuhan kita harus mempercayai apa yang dikatakan oleh firman Tuhan.  Melalui tulisan-tulisan yang tercantum di dalam Alkitab kita memperoleh suatu pengharapan yang benar.  Dari pengharapan itulah kita dapat memperoleh iman.  Jika kita tak mempunyai pengharapan, iman pun tak akan terbentuk, karena pengharapan dan iman bekerja sama dalam kehidupan orang percaya dengan cara yang sama seperti tertulis: (Ibrani 11:1).

Dalam hal berpegang teguh kepada kebenaran ini, tentunya ada tiga hal penting yang harus kita lakukan terhadap Allah:
a.    Menaati perintah Tuhan (ayat 15)
-       Tidak menyimpang ke-kanan dan ke-kiri (konsisten)
-       Setia mengikut Yesus
-       Setia dalam penderitaan, demi melayani Tuhan.
b.    Berpegang Teguh pada janji-janji Firman Tuhan. (Ulangan 7:9)
-       Setia beribadah kepada Tuhan
-       Tekun berdoa
-       Rajin membaca firman Tuhan.
c.    Berani memberitakan Firman Tuhan (2 Timotius 4:2)
Injil adalah kekuatan Allah, membuktikan bahwa kita telah menerima kekuatan di dalam Yesus, untuk berdiri teguh dalam memberitakan Injil Kristus. Dalam kondisi apa pun itu, kita harus siap sedia baik atau tidak baik waktunya, untuk memberitakan Firman Allah.

  IV.        Berbuat Baik (ayat 16-17)
Pengertian “berbuat baik” menurut kamus besar bahasa Indonesi adalah suatu tugas dan tanggung-jawab kewajiban yang harus dimiliki atau dilakukan oleh seseorang atau orang-orang percaya”. Karena di dalam Firman Tuhan kita dituntut dan di ajarkan untuk mengasihi sesama melalui perbuatan baik yang kita lakukan.  Berbuat baik kepada sesama merupakan salah satu kebiasaan dan kepribadian seseorang yang mencerminkan kebaikan dan keberhasilan jika dilakukan untuk pekerjaan. Berbuat baik untuk orang lain merupakan kebajikan yang sebaiknya dilakukan oleh kita sebagai anak-anak Tuhan.  Kita harus mengasihi Tuhan  terlebih dahulu dan juga mengasihi sesama manusi. Karena di dalam firman Tuhan mengajarkan kepada kita bahwa kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.  Itu sebabnya kita harus menjadi “penurut-penurut Allah, dan hidup di dalam kasih.

Apa yang harus kita lakukan selain kita berbuat baik kepada Tuhan dan sesama manusia:
a.    Tidak mengikuti keinginan daging (tidak berbuat dosa) (Galatia 5:16,22)
Hidup di dalam Roh dan kebenaran, agar kita tidak akan menuruti keinginan daging. Hidup dalam kebenaran dan dipimpin oleh Roh Kudus adalah hal yang menjadi prioritas bagi kita semua orang percaya.
b.    Saling mengasihi (1 Yohanes 4:7-8)
Kita di ajarkan untuk mengasihi Tuhan terlebih dahulu dan juga mengasihi sesama manusia. Marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap kita yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barang siapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

   V.        Kesimpulan
Sebagai orang percaya, kita harus hidup menyenangkan hati Tuhan, yaitu rela menderita dan setia melakukannya apa pun yang Tuhan perintahkan, bertekun dalam doa, setia beribadah kepada Tuhan, dan berpegang teguh kepada Firman-Nya, terlebih melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan kita hari lepas hari. Karena itulah yang dikehendaki oleh Allah bagi kita semua orang percaya.  
Amin untuk Firman Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

Tanggapan Studi Kebijakan Peraturan Pemerintah dalam Pendidikan di Indonesia_Kum

Tanggapan Suatu Studi Kebijakan_Kum


Nama   : Nison Kum                Dosen Pengampu       : Bapak Edi Sujogo
Nim     : 201720618                Mata Kuliah                : Studi Kebijakan
Dalam artikel ini saya setuju dengan beberapa hal penting yang penulis menyarankan/merekomendasikan  sesuai dengan konteks/temuan-temuan yang menunjukan ketidak sesuaian dengan regulasi atau implementasi sebagaimana mestinya, melalui penelitian ini, saya sangat setuju dengan beberapa saran dan rekomendasi yang telah diberikan oleh penulis berikut ini:
1.      Pemerintah sebagai pemegang kendali dalam pelaksaanan kebijakan dituntut perlu konsisten dengan visi dan tujuan kebijakan dengan melakukan hal- hal yang optimal dalam implementasi kebijakan yang telah dibuat, maka sudah seharusnya tidak diputuskan inovasi atau ide yang tidak sesuai dengan perencanaan kebijakan, misalnya: dibuka kelas regular yang tidak boarding school;
2.      Sebagai inovasi pelayanan publik yang menjadi roal mode kebijakan penanggulangan kemiskinan melalui pendidikan, dan mendapat pengakuan sebagai salah satu TOP SiNovik 2016, maka tuntutan untuk mengurangi angka kemiskinan dan peningkatan APS mutlak harus dipenuhi, agar kebijakan memiliki dampak yang signifikan sebagai solusi permasalahan;
3.      Yayasan Peduli Anak Negeri (YPAN) yang pada awalnya dilibatkan sebagai pengelola dana SMK N 3 Purbalingga namun tidak dilegalkan karena regulasi pemerintah, seharusnya dilibatkan kembali dalam fungsi yang berbeda, misalnya peningkatan ketrampilan diluar pendidikan dan kurikulum di sekolah, seperti wirausaha, penguasaan teknologi, dan sebagainya;
4.      Alih kewenangan yang berlaku pada tahun 2017 sesuai amanat UU Pemerintah Daerah harus disikapi dengan bijak, agar kontribusi Pemerintah Kabupaten Purbalingga sebagai pihak yang merintis dan merancang kebijakan tetap memberi dukungan moril dan materil secara tidak formal untuk mendorong dan mempertahankan keberlanjutan kebijakan;
5.      Keberlanjutan kebijakan SMK N 3 Purbalingga sebagai program memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, mutlak harus dipertahankan agar masalah penduduk miskin di Kabupaten Purbalinga dapat secara signifikan berkurang melalui lulusan SMK N 3 Purbalingga yang setiap tahun secara perlahan memberi kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup.