Senin, 30 Oktober 2017

Laporan Tugas Harian PAK



Nama                           : Nison Kum
Nim                             : 201720618
Mata Kuliah                : Dasar-Dasar Kependidikan
Dosen Pengampu        : Ev. I Putu Ayub Darmawan, M.Pd.
Prodi/Jurusan              : S1 Pendidikan Agama Kristen
Semester                      : Gasal/2017/2018
Setelah saya membaca dan mempelajari dalam beberapa buku menurut para ahli dan ternyata saya dapat mengerti dan memahami bahwa, Pendidikan Agama Kristen (PAK), telah menjadi panutan bagi dunia kehidupan, sehingga PAK hadir dan dihadirkan di tengah masyarakat adalah untuk melaksanakan amanat agung sebagaimana dalam Firman Allah.
Maka dengan demikian, saya dapat melaporkan atau menguraikan tentang pelaksanaan PAK di Indonesia. Di sini saya dapat menyebutkan dan menjelaskan ada beberapa pokok penting yang dilaksanakan oleh Pendidikan Agama Kristen yaitu:
§  Pendidikan Agama Kristen yang dilaksanakan di sekolah, keluarga dan masyarakat sangatlah penting dan bermanfaat artinya dalam menegakkan dan mewujudkan
masyarakat yang damai sejahtera dan tentram.
§  Dalam realita kehidupan masyarakat masih banyak persoalan yang muncul dengan berbagai konflik yang terjadi yang seringkali dikaitkan dengan masalah agama. Namun Pendidikan Agama Kristen hadir dan dihadirkan di tengah masyarakat adalah untuk melaksanakan amanat agung sebagaimana dalam Firman Allah.
§  PAK yang adalah bagian dari tujuan pendidikan nasional dapat mewujudkan tujuan pendidikan nasional melalui peserta didik. Kehadiran PAK juga dapat menjadi alat pembentuk dan pemersatu bangsa di tengah masyarakat majemuk yang berbeda agama, suku, ras, golongan, dan lain sebagainya.
§  Selain itu, kehadiran PAK dapat berperan serta untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. PAK harus terus- menerus berkembang seiring dengan kemajuan zaman; memampukan manusia agar sadar terhadap iptek, kreatif, inovatif, serta memiliki solidaritas tinggi; peka terhadap konteks pendidikan nasional, pergumulan bangsa dan menjawab kebutuhan orang percaya.
§  (PAK) Andar Ismail (2003:201) mengemukakan bahwa Pendidikan agama Kristen adalah usaha sengaja gereja untuk membina dan mendidik semua warganya untuk mencapai tingkat kedewasaan dalam iman, pengharapan dan kasih guna melaksanakan misi-Nya di dunia ini sambil menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali.
§  Hal senada dikemukakan oleh Kristianto (2006:3) bahwa pendidikan agama Kristen
merupakan tugas dan tanggungjawab gereja dalam pelayanan bagi jemaat
Tuhan. Dengan pendidikan agama Kristen warga jemaat diperlengkapi untuk
mampu menyoroti berbagai masalah hidup sedemikian rupa dan menjadi warga
gereja yang setia pada Tuhan dalam pelaksanaan tugas masing-masing sesuai dengan konteks hidupnya tersebut.
§  Robert R. Boehlke ( 2005:342 ) mengutip pernyataan Martin Luther yang menjelaskan bahwa pendidikan agama Kristen adalah pendidikan yang melibatkan semua warga jemaat, khususnya yang muda, dalam rangka belajar teratur dan tertib agar semakin sadar akan dosa mereka serta bergembira dalam Firman Yesus Kristus yang memerdekakan mereka, disamping memperlengkapi mereka dengan sumber iman, khususnya pengalaman berdoa, Firman tertulis, Alkitab, dan rupa-rupa kebudayaan sehingga mereka mampu melayani sesamanya termasuk masyarakat dan negara serta mengambil bagian dengan bertanggungjawab dalam persekutuan Kristen, yaitu gereja. Dengan demikian pendidikan agama Kristen dimaksudkan untuk meningkatkan potensi spiritual dan membentuk orang agar menjadi manusia yang beriman dan taat kepada Tuhan dan berakhlak mulia, mencakup etika, budi pekerti dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. Peningkatan potensi spiritual mencakup pengenalan, pemahaman dan penanaman nilai-nilai keagamaan serta pengenalan nilai nilai tersebut dalam kehidupan individual dan dalam masyarakat majemuk.
Oleh karena itu, bagi gereja pendidikan agama Kristen adalah salah satu
tugas yang harus diajar-ajarkan kepada generasi selanjutnya, karena Tuhan
sendirilah yang telah memberi amanat ini kepada gereja yakni supaya mengajar
sebagai pemberian dan amanat Tuhan kepada jemaat-Nya sebagaimana dalam
kitab Efesus 4:11-12, “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabinabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.
Ada empat hal realistis yang dapat diharapkan dari pendidikan agama di
sekolah umum.
-          Yakni pertama, pendidikan agama memberi wawasan tentang
kehidupan secara utuh. Kontribusi pelajaran agama memberi wawasan holistik
tentang alam dan dunia, menempatkan kedudukan objek ilmu pengetahuan itu
secara proporsional pada tempatnya, menempatkan posisi manusia dalam alam.
-          Kedua, pendidikan agama memfasilitasi tumbuhnya kesadaran bahwa ilmu harus
diamalkan tanpa pamrih.
-          Ketiga, pendidikan agama memberi kontribusi dalam
membangun karakter, dimana lewat pendidikan agama murid menyadari ada hal-

hal mulia seperti nilai-nilai moral, kemanusiaan, kepercayaan orang lain,
tangguingjawab sosial, dedikasi.
-          Keempat, pendidikan agama mengedepankan aspek universal dari agama, yakni ajaran dan tujuan luhurnya yang memotivasi manusia untuk berbuat baik dan menjadi orang baik, menjauhkan diri dari kejahatan dan hawa nafsu, mengejar ketenteraman batin dan keselamatan di dunia maupun di akhirat.
Oleh karena itu pendidikan perlu memperhatikan penanaman nilai-nilai
luhur sebagai unsur utama dalam aspek afektif. Nilai-nilai luhur kehidupan
manusia seperti kasih, kejujuran, adil, disiplin, toleransi, menghargai,
bertanggungjawab, dan hidup dalam moralitas yang baik, harus senantiasa
mewarnai corak pendidikan masa kini. Hal ini agar setiap peserta didik hidup
dalam nilai-nilai yang sudah ditanamkan , sehingga tercipta generasi yang
memiliki tanggungjawab moral yang baik. Jika hal ini terjadi maka berbagai

persoalan dalam kemasyarakatan yang seringkali menimbulkan kekacauan akan dapat diminimalisir.

KESIMPULAN
-           Proses pendidikan terjadi dalam kehidupan masyarakat majemuk
yakni masyarakat yang terdiri dari berbagai macam ras, suku, agama,
golongan, dan adat istiadat yang berbeda antara yang satu dengan
yang lainnya.
-          Masih banyak persoalan yang muncul di tengah masyarakat majemuk,
dimana pendidikan agama baik di sekolah umum maupun sekolah
berciri khas keagamaan lebih bercorak ekslusif, yaitu agama diajarkan
dengan cara menaifkan hak hidup agama lain, seakan-akan hanya agamanya sendiri yang benar dan mempunyai hak hidup, sementara agama yang lain salah, tersesat dan terancam hak hidupnya, baik dikalangan mayoritas maupun minoritas.
-          Pendidikan agama Kristen (PAK) dimaksudkan untuk meningkatkan
potensi spiritual dan membentuk orang agar menjadi manusia yang
beriman dan taat kepada Tuhan dan berakhlak mulia, mencakup etika,
budi pekerti dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.

Minggu, 22 Oktober 2017

Tugas Paparan Laporan Bacaan Pendidikan Agama Kristen (PAK)



Nama                           : Nison Kum
Nim                             : 201720618
Mata Kuliah               : Dasar-Dasar Kependidikan
Dosen Pengampu        : Ev. I Putu Ayub Darmawan, M.Pd.
Prodi/Jurusan              : S1 Pendidikan Agama Kristen
Semester                      : Gasal/2017/2018
Identitas Buku
Judul Buku                  : Fondasi Pendidikan Kristen
Pengarang                   : Robert W. Pazmino
Penerbit                       : BPK. Gunung Mulia. Jakarta 2012/2013
Hal/jumlah                   :1-392, Hal.
Saya telah membaca dan memahami makna dan pentingnya daripada isi buku ini, sebagaimana saya secara pribadi diberkati dan terlebihnya adapun banyak hal yang dapat berkesan dalam kehidupan saya sebagai pembaca buku ini, atau sebagai mahasiswa PAK. Seketika saya membaca dalam isi buku ini, ada dua budaya terkenal yang bersejarah dan menonjol dalam kedua budaya tersebut, mempunyai dua sudut pandang budaya Hispanik dan Amerika Utara. Maka dengan demikian, penulisnya juga merupakan seorang Kristen Injili Oikumenis di dalam pemahaman teologinya sangat cerdas dan luar biasa. Kedua sudut pandang budaya yaitu: Pertama, Hispanik secara umum diasosiasikan dengan wilayah Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan daerah Karibia. Kedua, orang Kristen oikumenis secara umum dilihat sebagai bukan bagian dari orang-orang yang menamai diri mereka sebagai Injili. Akan tetapi, dari sudut pandang oikumenis, sehingga penulis melihat keadaan pendidikan Kristen dan apa saja tantangan yang harus dihadapinya, maka dengan itu, saya sebagai pembaca buku ini, dapat berkesan dalam kehidupan saya dan sangat luar biasa bagi saya secara pribadi, yang telah membaca buku tersebut.
Pada tiap poin di dalam proses isi buku tersebut, pemikiran dan praktik pendidikan harus tunduk kepada otoritas Firman Allah yang tertulis. Karena Alkitab adalah sebuah instrumen kritis yang mampu membedakan dan menilai para pendidik, peserta didik, serta proses pendidikan. Dengan terlebih dahulu mengeksplorasi fondasi-fondasi alkitabiah dan teologis, para pendidik Kristen bisa menegaskan nilai-nilai universal yang mampu menyeberangi batas budaya, yang kemudian bisa membantu membimbing mereka dalam seluruh usaha dan pembentukan konsep pendidikan.

FONDASI ALKITABIAH
Untuk bisa memikirkan pendidikan Kristen dan praktik pendidikan secara bertanggung jawab dari sudut pandang teologi Injili, orang Kristen, dan secara khusus para pendidik Kristen, harus dengan hati-hati memeriksa fondasi alkitabiah yang mendasari praktik pendidikan Kristen.
Perjanjian Lama
Perjanjian Lama memberikan suatu variasi yang luas tentang konteks historis dan komunal untuk mengekplorasi hakikat dari belajar-mengajar dalam komunitas orang Israel.
Kitab Ulangan
Dalam Taurat, Kitab Ulangan adalah Kitab yang utama dalam haal menggariskan norma-norma yang harus ditaati oleh komunitas iman dan diajarkan kepada generasi berikutnya.
Perjanjian Baru
Perjanjian Baru, sama seperti Kitab suci orang Ibrani atau perjanjian Lama, juga memiliiki berbagai ide-ide penting berkaitan dengan tugas mengajarkan iman.
Injil Matius: Membagikan Visi, Misi dan Memori
Dalam perjanjian Baru, memang pola pendidikan Perjanjian Lama tetap dipertahankan, tetapi para pengikut pengikut Yesus diberikan agenda baru untuk melaksanakan praktik pendidikan mereka.
Injil Lukas: Metode dari Sang Guru Agung
Sebuah perikop lain yang sangat penting dalam membahas tentang cocok membahas dalam kaitannya dengan pendidikan, khususnya ketika membahas tentang metode pengajaran adalah Lukas 24:131-35, dimana Yesus sedang berbicara dengan dua orang murid dalam perjalanan ke Emaus.
1 Korintus 2:6-16: Hikmat dari Roh Kudus
Para pendidik Kristen harus mempertimbangkan pelayanan pengajaran Paulus di abad pertama. Fokus Paulus adalah hikmat dari Allah, hikmat yang sumbernya adalah Roh Kudus.

Surat Efesus: Pola dan Tujuan
Pola umum pelayanan Paulus seperti terlihat di Surat Efesus, dan juga surat-surat lainnya, adalah sebuah pola yang menggabungkan pengajaran, doa syafaat, dan nasihat.
Surat Kolose dan Filipi: Hikmat dalam Kristus
Dalam Kolose 1:9-14 Paulus berdoa agar Allah memenuhi orang-orang Kristen Kolose dengan pengetahuan akan kehendak Allah secara sempurna melalui seluruh hikmat dan pengertian yang benar.
Surat Ibrani: Pertanyaan tentang Kesiapan
Ibrani 5:11-6:3 memberikan gambaran pentingnya pertanyaan tentang kesiapan dan sebelum yang selama terjadinya interaksi dalam pengajaran:
Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
MODEL YANG TERINTEGRASI
Berdasarkan fondasi-fondasi alkitabiah yang diterapkan dalam pendidikan Kristen, terbukalah kemungkinan untuk menyarankan suatu model untuk mengarahkan pemikiran dan praktik pendidikan masa kini.
FONDASI TEOLOGIS
Saat menekankan otoritas esensial dari Kitab Suci sebagai pernyataan ilahi, orang Kristen Injili telah diarahkan untuk memegang teguh kepada sumber Alkitab didalam seluruh area iman dan kehidupan mereka dengan serius.
EMPAT ELEMEN TEOLOGI YANG UNIK
Pendekatan Injil pada pendidikan agama menekankan pada empat elemen unik yang secara natur merupakan teologi utama: otoritas Alkitab, pentingnya pertobatan, karya penebusan Yesus Kristus dan kekudusan pribadi.
Otoritas Alkitab
Para pendidik Injili secara sadar memegang pernyataan Alkitab dan mengklaim bahwa mereka berada “dibawah firman Allah’’.
Pentingnya Pertobatan
Pemberitaan Injil dan pertobatan adalah dua isu dalam pendidikan Injili yang bisa saling melengkapi fokus pada katekisasi dan pembinaan.
Kekudusan Pribadi
Sejalan dengan yang kasus pada elemen kedua, orang Injili menekankan kebutuhan untuk menyelaraskan setiap pribadi di dalam iman Kristendan untuk bertumbuh didalam keintiman dan perjalanan relasi dengan Kristus.
Tuhan sang Pencipta
Karena Tuhan adalah pencipta dunia dan umat manusia, maka Tuhan adalah sumber kehidupan dan manusia bertanggung jawab kepada Tuhan.
Yesus Kristus
Yesus Kristus adalah Anak Allah, Tuhan dan Juruselamat, Anak Manusia dan Raja.
Firman Allah yang Tertulis
Alkitab adalah dasar otoritas dan penyataan Tuhan dan merupakan sumber kebenaran bagi seluruh kehidupan.
FONDASI FILOSOFIS
Fondasi ketiga bagi pendidikan Kristen adalah filosofi, yang dalam hubungannya dengan fondasi Alkitab dan teologi, akan memberikan dasar-dasar universal yang bersifat transkultural dan cultural dalam rangka memandu pola pikir dan praktik pendidikan.

DEFINISI UMUM
Adalah esensial bagi kita untuk mengekplorasi fondasi filosofis untuk mempertimbangkan definisi yang mendasar yang mengarahkan jalan berfikir kita.

Definisi Pendidikan
Defenisi dari beberapa istilah penting seperti, pendidikan dan pendidikan Kristen mengandung tantangan yang khas terhadap hadirnya bermacam-macam filosofi pendidikan didunia modern dan natur pendidikan yang bersifat preparadigmatik.

FONDASI HISTORIS
Sejarah Dan Pendidikan Kristen
Dalam menghadapi tantangan pelayanan pendidikan, orang Kristen bisa belajar dari masa lalu untuk mendapatkan pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan di masa kini dan di masa depan.
Sejarah juga menyatakan bahwa Allah aktif dalam diri semua manusia yang memiliki gambar dan rupa-Nya, walaupun sudah tercemar dosa, dan tetap menopang mereka dengan penyertaan ilahi-Nya dalam apapun yang mereka lakukan.
Dalam konteks masyarakat kontemporer, pendidikan juga bergantung pada sekolah,  dan berbagai agen dan kelompok sosial serta komonitas. Sebagaimana situasi atau agen sosial ini telah berubah dari generasi ke generasi didalam dampak relatiif mereka terhadap manusia, bentuk pendidikan juga ikut berubah.

FONDASI SOSIOLOGIS
Tugas ini secara khusus menjadi penting untuk dipertimbangkan oleh pendidik Kristen, karena pendidikan pada dasarnya menekankan pada proses menghasilkan dan mendistribusikan pengetahuan. Untuk mengerti proses pendidikan Kristen, seseorang harus merujuk kepada budaya dan masyarakat. Praktik pendidikan Kristen mengasumsikan adanya konteks budaya. Hal ini merupakan fakta yang diterima dalam dunia kita. Praktik berkaitan dengan seni pendidikan dan adalah sebuah sistem tata cara menjalankan pendidikan yang berorientasi pada sebuah tujuan yang khusus.  Cara melakukan pendidikan ini adalah produk dari pengalaman tradisional yang dikomunikasikan oleh komunitas dan atau produk dari pengalaman pribadi.

FONDASI PSIKOLOGIS
Pendidikan berkaitan erat dengan manusia dan proses belajar mengajar sehingga pendidik bisa memperoleh banyak hal dengan mempertimbangkan hasil penelitian psikologi.
Orang Kristen dappat mengambil pengetahuan dari berbagai cabang psikologi, tetapi mereka harus melakukannya dengan kemampuan yang membedakan dan kesadaran akan tujuan pendidikan yang lebih besar. Tujuan-tujuan pendidikan yang lebih besar ini akan memandu upaya integrasi antara pengertian psikologis dengan komitmen iman juga dengan perspektif teologis tentang manusia.
Pendidik Kristen menekankan tujuan akhirnya, yaitu memuliakan dan menikmati  Allah. dalam hubungannya dengan Yesus Kristus, tujuan orang Kristen adalah bahwa mereka semakin serupa Dia ketika Dia datang kembali dan saat itulah semua ciptaan akan diperbaharui (Rm. 8:18-25; 1 Yoh. 3:1-3).
Visi Kristiani berfokus kepada seseorang dan pada karya Yesus Kristus, yang memimpin kita dalam iman dan membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.

FONDASI KURIKULUM
Pendidik Kristen harus membuat keputusan-keputusan yang secara langsung mempengaruhi praktik pendidikan secara actual. Keputusan-keputusan  ini secara khusus berkaitan dalam perencanaan, implementasi dan evaluasi sebuah kurikulum. Para pendidik Kristen bisa mengeksplorasi fondasi-fondasi kurikulum dengan berfokus pada realitas yang konkrit dan kepedulian untuk mengembangkan panduan praktis  bagi pengajaran.
Kebenaran itu merupakan konten yang esensial dalam pengajaran Kristen – kebenaran seperti yang dinyatakan dalam Kristus dan Kitab Suci melalui pekerjaan Roh Kudus dan kebenaran yang bisa kita lihat dalam seluruh ciptaan. Seperti yang terlihat melalui sejarah, semua kebenaran adalah kebenaran Allah. Kasih merupakan sarana yang melaluinya kebenaran tersebut dengan efektif dikomunikasikan.
Karena itu, untuk menggabungkan konten dan pengalaman, pendidik Kristen harus dengan setia menghidupi kebenaran dan kasih dalam pengajaran mereka dan pengalaman peserta didik mereka. Pendidik dipanggil untuk memberikan perhatian pada peserta didik mereka yang berasal dari berbagai latar belakang dan pengalaman yang berbeda.

"Sekian dan Terima Kasih Tuhan Yesus memberkati"