Selasa, 27 November 2018

Khotbah Ekspositori_Nicson Kum


Nama  : Nison Kum              Dosen Pengampu              : Pdt. Dr. Krodo Siswanto, M.A.
Nim     : 201720618              Mata Kuliah                        : Homiletika
Prodi   : PAK                          Tugas Praktek                   : Khotbah Pertama

Tipe Khotbah              : Ekspositori

Nats                            : 2 Timotius 3:10-17
Judul                           : Cara Hidup Orang Percaya


§  Pendahuluan :
Surat Timotius adalah surat terakhir Paulus, surat ini menunjukkan isi hati dan prioritas-prioritasnya, yaitu doktrin yang sehat, iman yang teguh, ketekunan yang pasti, dan kasih yang tak berkesudahan. Yang menjadi ayat kunci dalam kehidupan dan pelayanan Timotius sebagai seorang muda yang bertahan menghadapi tantangan dan pergumulan hidup adalah  “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu”. (2 Timotius 2:15). Paulus menantang Timotius untuk berpegang pada doktrin yang sehat, menolak ajaran-ajaran sesat dan menghindari omongan yang kosong, secara benar memberitakan perkataan kebenaran dan menjaga hidupnya tetap suci. 
Timotius adalah salah seorang dari generasi kedua umat Kristen mula-mula: Dia menjadi orang Kristen bukan karena pemberitaan firman yang penuh kuasa oleh seorang penginjil, melainkan ibu dan neneknya telah mengajarkan Kitab Suci kepadanya ketika dia kecil. Pekerjaan orang tua sangatlah penting. Di rumah dan di gereja, kita seharusnya menyadari bahwa mengajar anak-anak merupakan kesempatan dan sekaligus tanggung-jawab.  Yesus ingin agar anak-anak datang kepada-Nya.
Paulus dan Timotius adalah sosok pribadi yang terkenal dalam Perjanjian Baru, bahwa mereka telah menang dalam pemberitaan Injil dan mempertahankan iman kepercayaan-Nya kepada Kristus, sekalipun menghadapi tantangan dan pergumulan hidup. Kita patut meneladani kedua tokoh ini. Ada pun syarat yang harus kita lakukan sebagai murid Kristus, seperti sebagaimana Paulus, Timotius lakukan adalah: Percaya kepada Tuhan Yesus, hidup dalam pengajaran-Nya, hdup dalam persekutuan doa dan dalam kehidupan kita selalu memuji Tuhan.

§  Proposisi :
Tetap hidup dalam Firman Allah. Karena firman Tuhan adalah kekuatan yang kita butuhkan untuk tetap bertahan dalam segala kondisi. Berpegang akan firman Tuhan akan memampukan kita menghadapi persoalan dan pergumulan hidup sekalipun.

§  Kaliman Tanya: Bagaimana cara hidup orang yang percaya kepada Kristus?
§  Kalimat Peralihan: Ada 4 cara hidup orang yang percaya kepada Kristus, yaitu:

  I.    Rela Menderita (ayat 11)
Dalam kamus besar bahasa Indonesia (Kbbi) kata rela, yang berarti: bersedia dengan tulus dan iklas hati, dapat diterima dengan senang hati, dan tidak mengharapkan imbalan, dengan kehendak atau kemauan sendiri. “Sedangkan kata menderita”, yang berarti: Sesuatu yang menyakitkan atau menyusahkan yang ditanggung dalam hati seseorang, menanggung sesuatu yang tidak menyenangkan”.
Sikap rela menderita adalah suatu sikap yang harus dilakukan oleh seorang murid yang benar-benar mengakui dan menyadari bahwa pengorbanan dan kematian Kristus Yesus di atas kayu salib adalah membebaskan dirinya dan setiap orang berdosa, agar mereka dapat menjalin komunikasi yang baik lagi dengan Allah Bapa di sorga melalui doa dan iman percaya mereka.

Berikut ini, adalah ada empat hal mengenai rela menderita dalam melayani Tuhan, yang harus kita lakukan:
a.    Dalam Pekabaran Injil (ayat 12)
Di dalam ayat dua belas ini menguatkan sekaligus mengingatkan kepada kita sebagai pelayan Kristus, yang telah dipanggil dan ditetapkan menjadi hamba-Nya bahwa, walaupun banyak tantangan dan pergumulan hidup di dunia ini, namun tetap kuat untuk memberitakan Injil Kristus itu, tanpa takut dan gentar. Karena di dalam firman Tuhan sangat jelas bahwa, Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan kita.
b.    Harus Menyangkal diri (Matius 16:24)
Kita sebagai orang percaya harus menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Yesus dengan kesungguhan hati. Contohnya seperti para murid-murid Yesus, yang telah meninggalkan segala sesuatu untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi dalam hidupnya dan menjadi pengikut-Nya.
c.    Memikul Salib (Markus 8:34; Lukas 9:23)
Pengertian memikul menurut (Kbbi) Kamus besar bahasa Indonesia, yaitu:
-       Memikul beban yang digandar (dibawa dengan pikulan yang ditaruh di atas bahu
-       Memikul sesuatu untuk orang lain.
Sedangkan menurut Kamus Seasite, yaitu:
-       Membebankan; menyuruh menanggung; menyerahkan (tanggung jawab, kewajiban.
-       Memangku, mengemban, menanggung, menuai dan merasakan.
Jadi, memikul salib berarti kita menanggung beban yang berat sekalipun, siap sedia dalam memberitakan Injil Kristus, di tengah-tengah dunia ini.
d.    Mengikuti Pelayanan (Why.2:10)
-       Setia melayani, mengikut Yesus sampai akhir hidup kita
-       Setia sampai mati
-       Setia dalam segala hal.

    II.        Setia Beribadah Kepada Tuhan (Ulangan 5:32)
Setia kepada Tuhan pertama kali diwujudkan dalam kehidupan kita sehari-hari seperti, taat pada perintah Tuhan. Kesetiaan beriabadah itu juga perlu kita wujudkan dalam hubungan kita dengan Tuhan.  Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tetap setia beribadah kepada Tuhan, karena Tuhan melihat pengorbanan yang kita lakukan untuk-Nya dan Tuhan berjanji tidak akan pernah melupakan orang yang setia beribadah kepada-Nya. Kita melihat contoh: Seperti Tuhan  Yesus yang selalu setia memberi contoh pada murid-murid-Nya untuk taat beribadah, ia juga meminta kita untuk selalu menjaga hubungan kita dengan Tuhan tetap baik melalui ibadah.
Tujuan beribadah tentu sangat jelas bagi orang-orang percaya, yaitu Tindakan yang menghargai dan menghormati Tuhan serta mempererat hubungan antara kita dengan Tuhan. Selain itu, makna ibadah secara khusus adalah: Bersyukur atas kebaikan Tuhan, Tindakan iman yang nyata mengakui Yesus adalah Tuhan, mengingat keselamatan yang tidak dari kebaikan kita melainkan pengorbanan Yesus.
Ada pun dua hal yang menjadi pokok penting yang harus kita lakukan ketika kita Setia Beribadah Kepada Tuhan Adalah…
a.    Bertekun dalam doa (Kish. 2:42)
Doa adalah nafas hidup orang Kristen dan doa itu sangat penting bagi kita semua orang percaya, karena doa merupakan komunikasi ke-intiman kita secara langsung dengan Tuhan.
b.    Hidup lurus (hidup kudus) (Roma 12:1)
Di dalam firman Tuhan sangat jelas mengajarkan atau menasihatkan kepada kita bahwa, kita harus mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: Sebab itu, adalah ibadah kita yang sejati. Marilah kita menjaga kekudusan hidup kita kepada Tuhan dan hidup menyenangkan hati Tuhan. Karena itulah yang dikehendaki oleh Allah bagi kita semua orang percaya.

   III.        Berpegang Teguh Kepada Kebenaran (ayat 14)
"Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci”. Roma 15:4
Sebagai anak-anak Tuhan kita harus mempercayai apa yang dikatakan oleh firman Tuhan.  Melalui tulisan-tulisan yang tercantum di dalam Alkitab kita memperoleh suatu pengharapan yang benar.  Dari pengharapan itulah kita dapat memperoleh iman.  Jika kita tak mempunyai pengharapan, iman pun tak akan terbentuk, karena pengharapan dan iman bekerja sama dalam kehidupan orang percaya dengan cara yang sama seperti tertulis: (Ibrani 11:1).

Dalam hal berpegang teguh kepada kebenaran ini, tentunya ada tiga hal penting yang harus kita lakukan terhadap Allah:
a.    Menaati perintah Tuhan (ayat 15)
-       Tidak menyimpang ke-kanan dan ke-kiri (konsisten)
-       Setia mengikut Yesus
-       Setia dalam penderitaan, demi melayani Tuhan.
b.    Berpegang Teguh pada janji-janji Firman Tuhan. (Ulangan 7:9)
-       Setia beribadah kepada Tuhan
-       Tekun berdoa
-       Rajin membaca firman Tuhan.
c.    Berani memberitakan Firman Tuhan (2 Timotius 4:2)
Injil adalah kekuatan Allah, membuktikan bahwa kita telah menerima kekuatan di dalam Yesus, untuk berdiri teguh dalam memberitakan Injil Kristus. Dalam kondisi apa pun itu, kita harus siap sedia baik atau tidak baik waktunya, untuk memberitakan Firman Allah.

  IV.        Berbuat Baik (ayat 16-17)
Pengertian “berbuat baik” menurut kamus besar bahasa Indonesi adalah suatu tugas dan tanggung-jawab kewajiban yang harus dimiliki atau dilakukan oleh seseorang atau orang-orang percaya”. Karena di dalam Firman Tuhan kita dituntut dan di ajarkan untuk mengasihi sesama melalui perbuatan baik yang kita lakukan.  Berbuat baik kepada sesama merupakan salah satu kebiasaan dan kepribadian seseorang yang mencerminkan kebaikan dan keberhasilan jika dilakukan untuk pekerjaan. Berbuat baik untuk orang lain merupakan kebajikan yang sebaiknya dilakukan oleh kita sebagai anak-anak Tuhan.  Kita harus mengasihi Tuhan  terlebih dahulu dan juga mengasihi sesama manusi. Karena di dalam firman Tuhan mengajarkan kepada kita bahwa kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.  Itu sebabnya kita harus menjadi “penurut-penurut Allah, dan hidup di dalam kasih.

Apa yang harus kita lakukan selain kita berbuat baik kepada Tuhan dan sesama manusia:
a.    Tidak mengikuti keinginan daging (tidak berbuat dosa) (Galatia 5:16,22)
Hidup di dalam Roh dan kebenaran, agar kita tidak akan menuruti keinginan daging. Hidup dalam kebenaran dan dipimpin oleh Roh Kudus adalah hal yang menjadi prioritas bagi kita semua orang percaya.
b.    Saling mengasihi (1 Yohanes 4:7-8)
Kita di ajarkan untuk mengasihi Tuhan terlebih dahulu dan juga mengasihi sesama manusia. Marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap kita yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barang siapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

   V.        Kesimpulan
Sebagai orang percaya, kita harus hidup menyenangkan hati Tuhan, yaitu rela menderita dan setia melakukannya apa pun yang Tuhan perintahkan, bertekun dalam doa, setia beribadah kepada Tuhan, dan berpegang teguh kepada Firman-Nya, terlebih melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan kita hari lepas hari. Karena itulah yang dikehendaki oleh Allah bagi kita semua orang percaya.  
Amin untuk Firman Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

Tanggapan Studi Kebijakan Peraturan Pemerintah dalam Pendidikan di Indonesia_Kum

Tanggapan Suatu Studi Kebijakan_Kum


Nama   : Nison Kum                Dosen Pengampu       : Bapak Edi Sujogo
Nim     : 201720618                Mata Kuliah                : Studi Kebijakan
Dalam artikel ini saya setuju dengan beberapa hal penting yang penulis menyarankan/merekomendasikan  sesuai dengan konteks/temuan-temuan yang menunjukan ketidak sesuaian dengan regulasi atau implementasi sebagaimana mestinya, melalui penelitian ini, saya sangat setuju dengan beberapa saran dan rekomendasi yang telah diberikan oleh penulis berikut ini:
1.      Pemerintah sebagai pemegang kendali dalam pelaksaanan kebijakan dituntut perlu konsisten dengan visi dan tujuan kebijakan dengan melakukan hal- hal yang optimal dalam implementasi kebijakan yang telah dibuat, maka sudah seharusnya tidak diputuskan inovasi atau ide yang tidak sesuai dengan perencanaan kebijakan, misalnya: dibuka kelas regular yang tidak boarding school;
2.      Sebagai inovasi pelayanan publik yang menjadi roal mode kebijakan penanggulangan kemiskinan melalui pendidikan, dan mendapat pengakuan sebagai salah satu TOP SiNovik 2016, maka tuntutan untuk mengurangi angka kemiskinan dan peningkatan APS mutlak harus dipenuhi, agar kebijakan memiliki dampak yang signifikan sebagai solusi permasalahan;
3.      Yayasan Peduli Anak Negeri (YPAN) yang pada awalnya dilibatkan sebagai pengelola dana SMK N 3 Purbalingga namun tidak dilegalkan karena regulasi pemerintah, seharusnya dilibatkan kembali dalam fungsi yang berbeda, misalnya peningkatan ketrampilan diluar pendidikan dan kurikulum di sekolah, seperti wirausaha, penguasaan teknologi, dan sebagainya;
4.      Alih kewenangan yang berlaku pada tahun 2017 sesuai amanat UU Pemerintah Daerah harus disikapi dengan bijak, agar kontribusi Pemerintah Kabupaten Purbalingga sebagai pihak yang merintis dan merancang kebijakan tetap memberi dukungan moril dan materil secara tidak formal untuk mendorong dan mempertahankan keberlanjutan kebijakan;
5.      Keberlanjutan kebijakan SMK N 3 Purbalingga sebagai program memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, mutlak harus dipertahankan agar masalah penduduk miskin di Kabupaten Purbalinga dapat secara signifikan berkurang melalui lulusan SMK N 3 Purbalingga yang setiap tahun secara perlahan memberi kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup.