Nama : Nison Kum Dosen
Pengampu : Pdt. Dr. Krodo Siswanto, M.A.
Nim : 201720618 Mata
Kuliah : Homiletika
Prodi : PAK Tugas
Praktek : Khotbah Pertama
Tipe Khotbah : Ekspositori
Nats :
2 Timotius 3:10-17
Judul :
Cara Hidup Orang Percaya
§ Pendahuluan
:
Surat Timotius
adalah surat terakhir Paulus, surat ini menunjukkan isi hati dan
prioritas-prioritasnya, yaitu doktrin yang sehat, iman yang teguh, ketekunan
yang pasti, dan kasih yang tak berkesudahan. Yang menjadi ayat kunci dalam
kehidupan dan pelayanan Timotius sebagai seorang muda yang bertahan menghadapi
tantangan dan pergumulan hidup adalah “Usahakanlah
supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah
malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu”. (2 Timotius
2:15). Paulus menantang Timotius untuk berpegang pada doktrin yang sehat,
menolak ajaran-ajaran sesat dan menghindari omongan yang kosong, secara benar
memberitakan perkataan kebenaran dan menjaga hidupnya tetap suci.
Timotius
adalah salah seorang dari generasi kedua umat Kristen mula-mula: Dia menjadi
orang Kristen bukan karena pemberitaan firman yang penuh kuasa oleh seorang
penginjil, melainkan ibu dan neneknya telah mengajarkan Kitab Suci kepadanya
ketika dia kecil. Pekerjaan orang tua sangatlah penting. Di rumah dan di
gereja, kita seharusnya menyadari bahwa mengajar anak-anak merupakan kesempatan
dan sekaligus tanggung-jawab. Yesus
ingin agar anak-anak datang kepada-Nya.
Paulus dan
Timotius adalah sosok pribadi yang terkenal dalam Perjanjian Baru, bahwa mereka
telah menang dalam pemberitaan Injil dan mempertahankan iman kepercayaan-Nya
kepada Kristus, sekalipun menghadapi tantangan dan pergumulan hidup. Kita patut
meneladani kedua tokoh ini. Ada pun syarat yang harus kita lakukan sebagai
murid Kristus, seperti sebagaimana Paulus, Timotius lakukan adalah: Percaya
kepada Tuhan Yesus, hidup dalam pengajaran-Nya, hdup dalam persekutuan doa dan
dalam kehidupan kita selalu memuji Tuhan.
§ Proposisi
:
Tetap hidup
dalam Firman Allah. Karena firman Tuhan adalah kekuatan yang kita butuhkan
untuk tetap bertahan dalam segala kondisi. Berpegang akan firman Tuhan akan
memampukan kita menghadapi persoalan dan pergumulan hidup sekalipun.
§ Kaliman
Tanya: Bagaimana cara hidup
orang yang percaya kepada Kristus?
§ Kalimat
Peralihan: Ada 4 cara
hidup orang yang percaya kepada Kristus, yaitu:
I. Rela
Menderita (ayat 11)
Dalam kamus
besar bahasa Indonesia (Kbbi) kata rela, yang berarti: bersedia dengan tulus
dan iklas hati, dapat diterima dengan senang hati, dan tidak mengharapkan
imbalan, dengan kehendak atau kemauan sendiri. “Sedangkan kata menderita”, yang
berarti: Sesuatu yang menyakitkan atau menyusahkan yang ditanggung dalam hati
seseorang, menanggung sesuatu yang tidak menyenangkan”.
Sikap rela menderita adalah suatu sikap yang harus
dilakukan oleh seorang murid yang benar-benar mengakui dan menyadari bahwa
pengorbanan dan kematian Kristus Yesus di atas kayu salib adalah membebaskan
dirinya dan setiap orang berdosa, agar mereka dapat menjalin komunikasi yang
baik lagi dengan Allah Bapa di sorga melalui doa dan iman percaya mereka.
Berikut ini, adalah ada empat hal mengenai
rela menderita dalam melayani Tuhan, yang harus kita lakukan:
a.
Dalam Pekabaran
Injil (ayat 12)
Di dalam
ayat dua belas ini menguatkan sekaligus mengingatkan kepada kita sebagai pelayan
Kristus, yang telah dipanggil dan ditetapkan menjadi hamba-Nya bahwa, walaupun banyak
tantangan dan pergumulan hidup di dunia ini, namun tetap kuat untuk
memberitakan Injil Kristus itu, tanpa takut dan gentar. Karena di dalam firman
Tuhan sangat jelas bahwa, Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan kita.
b.
Harus Menyangkal
diri (Matius 16:24)
Kita sebagai
orang percaya harus menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Yesus dengan
kesungguhan hati. Contohnya seperti para murid-murid Yesus, yang telah
meninggalkan segala sesuatu untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi
dalam hidupnya dan menjadi pengikut-Nya.
c.
Memikul Salib
(Markus 8:34; Lukas 9:23)
Pengertian
memikul menurut (Kbbi) Kamus besar bahasa Indonesia, yaitu:
-
Memikul
beban yang digandar (dibawa dengan pikulan yang ditaruh di atas bahu
-
Memikul
sesuatu untuk orang lain.
Sedangkan
menurut Kamus Seasite, yaitu:
-
Membebankan;
menyuruh menanggung; menyerahkan (tanggung jawab, kewajiban.
-
Memangku,
mengemban, menanggung, menuai dan merasakan.
Jadi,
memikul salib berarti kita menanggung beban yang berat sekalipun, siap sedia dalam
memberitakan Injil Kristus, di tengah-tengah dunia ini.
d.
Mengikuti Pelayanan
(Why.2:10)
-
Setia
melayani, mengikut Yesus sampai akhir hidup kita
-
Setia sampai
mati
-
Setia dalam
segala hal.
II.
Setia Beribadah Kepada Tuhan (Ulangan 5:32)
Setia kepada
Tuhan pertama kali diwujudkan dalam kehidupan kita sehari-hari seperti, taat
pada perintah Tuhan. Kesetiaan beriabadah itu juga perlu kita wujudkan dalam
hubungan kita dengan Tuhan. Firman Tuhan
mengajarkan kita untuk tetap setia beribadah kepada Tuhan, karena Tuhan melihat
pengorbanan yang kita lakukan untuk-Nya dan Tuhan berjanji tidak akan pernah
melupakan orang yang setia beribadah kepada-Nya. Kita melihat contoh: Seperti Tuhan
Yesus yang selalu setia memberi contoh pada murid-murid-Nya untuk taat
beribadah, ia juga meminta kita untuk selalu menjaga hubungan kita dengan Tuhan
tetap baik melalui ibadah.
Tujuan beribadah tentu
sangat jelas bagi orang-orang percaya, yaitu Tindakan yang menghargai dan
menghormati Tuhan serta mempererat hubungan antara kita dengan Tuhan. Selain
itu, makna ibadah secara khusus adalah: Bersyukur atas kebaikan Tuhan, Tindakan iman yang
nyata mengakui Yesus adalah Tuhan, mengingat keselamatan yang tidak dari
kebaikan kita melainkan pengorbanan Yesus.
Ada pun dua hal yang menjadi pokok penting
yang harus kita lakukan ketika kita Setia Beribadah Kepada Tuhan Adalah…
a.
Bertekun
dalam doa (Kish. 2:42)
Doa adalah
nafas hidup orang Kristen dan doa itu sangat penting bagi kita semua orang
percaya, karena doa merupakan komunikasi ke-intiman kita secara langsung dengan
Tuhan.
b.
Hidup lurus
(hidup kudus) (Roma 12:1)
Di dalam
firman Tuhan sangat jelas mengajarkan atau menasihatkan kepada kita bahwa, kita
harus mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan
yang berkenan kepada Allah: Sebab itu, adalah ibadah kita yang sejati. Marilah
kita menjaga kekudusan hidup kita kepada Tuhan dan hidup menyenangkan hati
Tuhan. Karena itulah yang dikehendaki oleh Allah bagi kita semua orang percaya.
III.
Berpegang Teguh Kepada Kebenaran (ayat 14)
"Sebab segala sesuatu yang ditulis
dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh
berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci”. Roma 15:4
Sebagai
anak-anak Tuhan kita harus mempercayai apa yang dikatakan oleh firman
Tuhan. Melalui tulisan-tulisan yang tercantum di dalam Alkitab kita
memperoleh suatu pengharapan yang benar. Dari pengharapan itulah kita
dapat memperoleh iman. Jika kita tak mempunyai pengharapan, iman pun tak
akan terbentuk, karena pengharapan dan iman bekerja sama dalam kehidupan orang
percaya dengan cara yang sama seperti tertulis: (Ibrani 11:1).
Dalam hal berpegang teguh kepada kebenaran ini,
tentunya ada tiga hal penting yang harus kita lakukan terhadap Allah:
a.
Menaati
perintah Tuhan (ayat 15)
-
Tidak
menyimpang ke-kanan dan ke-kiri (konsisten)
-
Setia
mengikut Yesus
-
Setia dalam
penderitaan, demi melayani Tuhan.
b.
Berpegang
Teguh pada janji-janji Firman Tuhan. (Ulangan 7:9)
-
Setia
beribadah kepada Tuhan
-
Tekun berdoa
-
Rajin
membaca firman Tuhan.
c.
Berani
memberitakan Firman Tuhan (2 Timotius 4:2)
Injil adalah
kekuatan Allah, membuktikan bahwa kita telah menerima kekuatan di dalam Yesus,
untuk berdiri teguh dalam memberitakan Injil Kristus. Dalam kondisi apa pun
itu, kita harus siap sedia baik atau tidak baik waktunya, untuk memberitakan Firman
Allah.
IV.
Berbuat Baik (ayat 16-17)
Pengertian
“berbuat baik” menurut kamus besar bahasa Indonesi adalah suatu tugas dan
tanggung-jawab kewajiban yang harus dimiliki atau dilakukan oleh seseorang atau
orang-orang percaya”. Karena di dalam Firman Tuhan kita dituntut dan di ajarkan
untuk mengasihi sesama melalui perbuatan baik yang kita lakukan. Berbuat baik kepada sesama merupakan salah
satu kebiasaan dan kepribadian seseorang yang mencerminkan kebaikan dan
keberhasilan jika dilakukan untuk pekerjaan. Berbuat baik untuk orang lain
merupakan kebajikan yang sebaiknya dilakukan oleh kita sebagai anak-anak
Tuhan. Kita harus mengasihi Tuhan terlebih dahulu dan juga mengasihi sesama
manusi. Karena di dalam firman Tuhan mengajarkan kepada kita bahwa kasihilah
sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Itu sebabnya kita harus menjadi “penurut-penurut Allah, dan hidup di
dalam kasih.
Apa yang harus kita lakukan selain kita
berbuat baik kepada Tuhan dan sesama manusia:
a.
Tidak
mengikuti keinginan daging (tidak berbuat dosa) (Galatia 5:16,22)
Hidup di dalam Roh dan kebenaran, agar kita
tidak akan menuruti keinginan daging. Hidup dalam kebenaran dan dipimpin oleh
Roh Kudus adalah hal yang menjadi prioritas bagi kita semua orang percaya.
b.
Saling
mengasihi (1 Yohanes 4:7-8)
Kita di
ajarkan untuk mengasihi Tuhan terlebih dahulu dan juga mengasihi sesama
manusia. Marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan
setiap kita yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barang siapa
tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
V.
Kesimpulan
Sebagai
orang percaya, kita harus hidup menyenangkan hati Tuhan, yaitu rela menderita
dan setia melakukannya apa pun yang Tuhan perintahkan, bertekun dalam doa,
setia beribadah kepada Tuhan, dan berpegang teguh kepada Firman-Nya, terlebih
melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan kita hari lepas hari. Karena itulah yang
dikehendaki oleh Allah bagi kita semua orang percaya.
Amin untuk Firman Tuhan.
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar