Nama : Nison Kum
Nim : 201720618
Mata
Kuliah : Dasar-Dasar Kependidikan
Dosen
Pengampu : Ev. I Putu Ayub
Darmawan, M.Pd.
Prodi/Jurusan :
S1 Pendidikan Agama Kristen
Semester :
Gasal/2017/2018
Identitas
Buku
Judul
Buku : Fondasi Pendidikan
Kristen
Pengarang : Robert W. Pazmino
Penerbit : BPK. Gunung Mulia.
Jakarta 2012/2013
Hal/jumlah :1-392, Hal.
Saya
telah membaca dan memahami makna dan pentingnya daripada isi buku ini, sebagaimana
saya secara pribadi diberkati dan terlebihnya adapun banyak hal yang dapat
berkesan dalam kehidupan saya sebagai pembaca buku ini, atau sebagai mahasiswa
PAK. Seketika saya membaca dalam isi buku ini, ada dua budaya terkenal yang bersejarah
dan menonjol dalam kedua budaya tersebut, mempunyai dua sudut pandang budaya
Hispanik dan Amerika Utara. Maka dengan demikian, penulisnya juga merupakan
seorang Kristen Injili Oikumenis di dalam pemahaman teologinya sangat cerdas
dan luar biasa. Kedua sudut pandang budaya yaitu: Pertama, Hispanik secara umum diasosiasikan dengan wilayah Amerika
Tengah, Amerika Selatan, dan daerah Karibia. Kedua, orang Kristen oikumenis secara umum dilihat sebagai bukan
bagian dari orang-orang yang menamai diri mereka sebagai Injili. Akan tetapi,
dari sudut pandang oikumenis, sehingga penulis melihat keadaan pendidikan
Kristen dan apa saja tantangan yang harus dihadapinya, maka dengan itu, saya
sebagai pembaca buku ini, dapat berkesan dalam kehidupan saya dan sangat luar
biasa bagi saya secara pribadi, yang telah membaca buku tersebut.
Pada
tiap poin di dalam proses isi buku tersebut, pemikiran dan praktik pendidikan
harus tunduk kepada otoritas Firman Allah yang tertulis. Karena Alkitab adalah
sebuah instrumen kritis yang mampu membedakan dan menilai para pendidik, peserta
didik, serta proses pendidikan. Dengan terlebih dahulu mengeksplorasi
fondasi-fondasi alkitabiah dan teologis, para pendidik Kristen bisa menegaskan
nilai-nilai universal yang mampu menyeberangi batas budaya, yang kemudian bisa
membantu membimbing mereka dalam seluruh usaha dan pembentukan konsep
pendidikan.
FONDASI ALKITABIAH
Untuk
bisa memikirkan pendidikan Kristen dan praktik pendidikan secara bertanggung
jawab dari sudut pandang teologi Injili, orang Kristen, dan secara khusus para
pendidik Kristen, harus dengan hati-hati memeriksa fondasi alkitabiah yang
mendasari praktik pendidikan Kristen.
Perjanjian Lama
Perjanjian
Lama memberikan suatu variasi yang luas tentang konteks historis dan komunal
untuk mengekplorasi hakikat dari belajar-mengajar dalam komunitas orang Israel.
Kitab Ulangan
Dalam
Taurat, Kitab Ulangan adalah Kitab yang utama dalam haal menggariskan
norma-norma yang harus ditaati oleh komunitas iman dan diajarkan kepada
generasi berikutnya.
Perjanjian Baru
Perjanjian
Baru, sama seperti Kitab suci orang Ibrani atau perjanjian Lama, juga memiliiki
berbagai ide-ide penting berkaitan dengan tugas mengajarkan iman.
Injil Matius: Membagikan Visi, Misi
dan Memori
Dalam
perjanjian Baru, memang pola pendidikan Perjanjian Lama tetap dipertahankan,
tetapi para pengikut pengikut Yesus diberikan agenda baru untuk melaksanakan
praktik pendidikan mereka.
Injil Lukas: Metode dari Sang Guru
Agung
Sebuah
perikop lain yang sangat penting dalam membahas tentang cocok membahas dalam
kaitannya dengan pendidikan, khususnya ketika membahas tentang metode
pengajaran adalah Lukas 24:131-35, dimana Yesus sedang berbicara dengan dua
orang murid dalam perjalanan ke Emaus.
1 Korintus 2:6-16: Hikmat dari Roh
Kudus
Para
pendidik Kristen harus mempertimbangkan pelayanan pengajaran Paulus di abad
pertama. Fokus Paulus adalah hikmat dari Allah, hikmat yang sumbernya adalah
Roh Kudus.
Surat Efesus: Pola dan Tujuan
Pola
umum pelayanan Paulus seperti terlihat di Surat Efesus, dan juga surat-surat
lainnya, adalah sebuah pola yang menggabungkan pengajaran, doa syafaat, dan
nasihat.
Surat Kolose dan Filipi: Hikmat dalam
Kristus
Dalam
Kolose 1:9-14 Paulus berdoa agar Allah memenuhi orang-orang Kristen Kolose
dengan pengetahuan akan kehendak Allah secara sempurna melalui seluruh hikmat
dan pengertian yang benar.
Surat Ibrani: Pertanyaan tentang
Kesiapan
Ibrani
5:11-6:3 memberikan gambaran pentingnya pertanyaan tentang kesiapan dan sebelum
yang selama terjadinya interaksi dalam pengajaran:
Tentang
hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan,
karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
MODEL YANG TERINTEGRASI
Berdasarkan
fondasi-fondasi alkitabiah yang diterapkan dalam pendidikan Kristen, terbukalah
kemungkinan untuk menyarankan suatu model untuk mengarahkan pemikiran dan
praktik pendidikan masa kini.
FONDASI TEOLOGIS
Saat
menekankan otoritas esensial dari Kitab Suci sebagai pernyataan ilahi, orang
Kristen Injili telah diarahkan untuk memegang teguh kepada sumber Alkitab
didalam seluruh area iman dan kehidupan mereka dengan serius.
EMPAT ELEMEN TEOLOGI YANG UNIK
Pendekatan
Injil pada pendidikan agama menekankan pada empat elemen unik yang secara natur
merupakan teologi utama: otoritas Alkitab, pentingnya pertobatan, karya
penebusan Yesus Kristus dan kekudusan pribadi.
Otoritas Alkitab
Para
pendidik Injili secara sadar memegang pernyataan Alkitab dan mengklaim bahwa
mereka berada “dibawah firman Allah’’.
Pentingnya Pertobatan
Pemberitaan
Injil dan pertobatan adalah dua isu dalam pendidikan Injili yang bisa saling
melengkapi fokus pada katekisasi dan pembinaan.
Kekudusan Pribadi
Sejalan
dengan yang kasus pada elemen kedua, orang Injili menekankan kebutuhan untuk
menyelaraskan setiap pribadi di dalam iman Kristendan untuk bertumbuh didalam
keintiman dan perjalanan relasi dengan Kristus.
Tuhan sang Pencipta
Karena
Tuhan adalah pencipta dunia dan umat manusia, maka Tuhan adalah sumber
kehidupan dan manusia bertanggung jawab kepada Tuhan.
Yesus Kristus
Yesus
Kristus adalah Anak Allah, Tuhan dan Juruselamat, Anak Manusia dan Raja.
Firman Allah yang Tertulis
Alkitab
adalah dasar otoritas dan penyataan Tuhan dan merupakan sumber kebenaran bagi
seluruh kehidupan.
FONDASI FILOSOFIS
Fondasi
ketiga bagi pendidikan Kristen adalah filosofi, yang dalam hubungannya dengan fondasi
Alkitab dan teologi, akan memberikan dasar-dasar universal yang bersifat
transkultural dan cultural dalam rangka memandu pola pikir dan praktik
pendidikan.
DEFINISI UMUM
Adalah
esensial bagi kita untuk mengekplorasi fondasi filosofis untuk mempertimbangkan
definisi yang mendasar yang mengarahkan jalan berfikir kita.
Definisi Pendidikan
Defenisi
dari beberapa istilah penting seperti, pendidikan
dan pendidikan Kristen mengandung tantangan yang khas terhadap hadirnya
bermacam-macam filosofi pendidikan didunia modern dan natur pendidikan yang
bersifat preparadigmatik.
FONDASI HISTORIS
Sejarah Dan Pendidikan Kristen
Dalam
menghadapi tantangan pelayanan pendidikan, orang Kristen bisa belajar dari masa
lalu untuk mendapatkan pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan di masa
kini dan di masa depan.
Sejarah
juga menyatakan bahwa Allah aktif dalam diri semua manusia yang memiliki gambar
dan rupa-Nya, walaupun sudah tercemar dosa, dan tetap menopang mereka dengan
penyertaan ilahi-Nya dalam apapun yang mereka lakukan.
Dalam
konteks masyarakat kontemporer, pendidikan juga bergantung pada sekolah, dan berbagai agen dan kelompok sosial serta
komonitas. Sebagaimana situasi atau agen sosial ini telah berubah dari generasi
ke generasi didalam dampak relatiif mereka terhadap manusia, bentuk pendidikan
juga ikut berubah.
FONDASI SOSIOLOGIS
Tugas
ini secara khusus menjadi penting untuk dipertimbangkan oleh pendidik Kristen,
karena pendidikan pada dasarnya menekankan pada proses menghasilkan dan
mendistribusikan pengetahuan. Untuk mengerti proses pendidikan Kristen,
seseorang harus merujuk kepada budaya dan masyarakat. Praktik pendidikan
Kristen mengasumsikan adanya konteks budaya. Hal ini merupakan fakta yang
diterima dalam dunia kita. Praktik berkaitan dengan seni pendidikan dan adalah
sebuah sistem tata cara menjalankan pendidikan yang berorientasi pada sebuah
tujuan yang khusus. Cara melakukan
pendidikan ini adalah produk dari pengalaman tradisional yang dikomunikasikan
oleh komunitas dan atau produk dari pengalaman pribadi.
FONDASI PSIKOLOGIS
Pendidikan
berkaitan erat dengan manusia dan proses belajar mengajar sehingga pendidik
bisa memperoleh banyak hal dengan mempertimbangkan hasil penelitian psikologi.
Orang
Kristen dappat mengambil pengetahuan dari berbagai cabang psikologi, tetapi
mereka harus melakukannya dengan kemampuan yang membedakan dan kesadaran akan
tujuan pendidikan yang lebih besar. Tujuan-tujuan pendidikan yang lebih besar
ini akan memandu upaya integrasi antara pengertian psikologis dengan komitmen
iman juga dengan perspektif teologis tentang manusia.
Pendidik
Kristen menekankan tujuan akhirnya, yaitu memuliakan dan menikmati Allah. dalam hubungannya dengan Yesus
Kristus, tujuan orang Kristen adalah bahwa mereka semakin serupa Dia ketika Dia
datang kembali dan saat itulah semua ciptaan akan diperbaharui (Rm. 8:18-25; 1
Yoh. 3:1-3).
Visi
Kristiani berfokus kepada seseorang dan pada karya Yesus Kristus, yang memimpin
kita dalam iman dan membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.
FONDASI KURIKULUM
Pendidik
Kristen harus membuat keputusan-keputusan yang secara langsung mempengaruhi
praktik pendidikan secara actual. Keputusan-keputusan ini secara khusus berkaitan dalam
perencanaan, implementasi dan evaluasi sebuah kurikulum. Para pendidik Kristen
bisa mengeksplorasi fondasi-fondasi kurikulum dengan berfokus pada realitas
yang konkrit dan kepedulian untuk mengembangkan panduan praktis bagi pengajaran.
Kebenaran
itu merupakan konten yang esensial dalam pengajaran Kristen – kebenaran seperti
yang dinyatakan dalam Kristus dan Kitab Suci melalui pekerjaan Roh Kudus dan
kebenaran yang bisa kita lihat dalam seluruh ciptaan. Seperti yang terlihat
melalui sejarah, semua kebenaran adalah kebenaran Allah. Kasih merupakan sarana
yang melaluinya kebenaran tersebut dengan efektif dikomunikasikan.
Karena
itu, untuk menggabungkan konten dan pengalaman, pendidik Kristen harus dengan
setia menghidupi kebenaran dan kasih dalam pengajaran mereka dan pengalaman
peserta didik mereka. Pendidik dipanggil untuk memberikan perhatian pada
peserta didik mereka yang berasal dari berbagai latar belakang dan pengalaman
yang berbeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar